Wisudawan Terbaik S2 FK: Dapat Dukungan dari Istri, Guru, dan Para Dokter

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Bambang Edi Suwito, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)

UNAIR NEWS – Bambang Edi Suwito mahasiswa S2 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menuntaskan studi di FK UNAIR dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77. Capaian tersebut berhasil mengantarkan ia menjadi wisudawan terbaik S2 FK UNAIR periode September 2019.

Tesis dengan judul Hubungan Fenotip Golongan Darah Sistem Abo, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Tekanan Darah Pada Individu Dewasa Muda Fakultas Kedokteran Gigi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, membuat Bams, sapaan akrabnya, dapat menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Kedokteran Dasar. Topik yang dibahas tentang pengaruh dari polimorphisme gen ABO serta fenotip dari gen ABO terhadap aktivitas biomolekular yang berpengaruh terhadap IMT dan tekanan darah.

Selain menjadi aktivitas sebagai mahasiswa, sejak tahun 2016 Bams juga mengisi kegiatan dengan menjadi dosen pengajar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Menjadi seorang mahasiswa, dosen, hingga kepala keluarga tak lantas membuat Bams jauh dari berbagai hambatan. Pernah terbayang tidak lulus tepat waktu dan tidak bisa melanjutkan kuliah membuat Bams merasakan trauma untuk kuliah S2. Berkat dukungan dari dosen dan teman kuliah serta istri menjadikan pribadi Bams lebih baik lagi dan bersemangat hingga menjadi lulusan terbaik.

Support luar biasa dari istri tercinta saya, guru saya, terutama dokter Viskasari P. Kalanjati, M.Kes., PA(K), PhD, dan Dr.H.Abdurachman,dr.,M.Kes.,PA(K) yang membimbing dan memberikan arahan serta nasehat. Tak lupa Krisnawan Andy Pradana, S.Si, Rury Tiara Oktariza,dr dan Dzanuar Rahmawan, drg, selalu memberi semangat akan pentingnya studi tepat waktu,” ungkap Bams.

Pernah mengalami pengalaman pahit hingga trauma berkuliah hingga dapat bangkit kembali, Bams berpesan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Sebab, hal besar terjadi dari langkah awal yang sederhana.

“Selalu kerjakan apa yang harus dikerjakan dan jangan ditunda-tunda karena semua hal besar terjadi dari langkah awal yang sederhana,” pungkasnya. (*)

Penulis: Faisal Dika Utama

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu