Di Kampus Hobi Publikasi, di Luar Jadi CEO

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Achmad Zam Zam Aghasy, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran Gigi. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)

UNAIR NEWS – Alumnus program studi Ilmu Kesehatan Gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) ini pantas berbangga. Pasalnya, Achmad Zam Zam Aghasy, mampu menjadi wisudawan terbaik S2 FKG periode September 2019. Torehan yang membuat Achmad, begitu ia sering disapa, menjadi wusudawan terbaik karena berhasil menuntaskan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,90.

Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dalam kesehatan gigi dan mulut anak yang buruk. Karies gigi adalah permasalahan kesahatan masayarakat yang utama di Asia. Melatar belakangi hal itu, Achmad menulis tesis dengan judul “Analisis Spasial Faktor Perilaku dan Sosiodemografi Pemeliharaan Kesehatan Gigi Anak Oleh Ibu di Kota Surabaya”.

“Saya memutuskan untuk menggunakan pendekatan dan analisis spasial dalam menjabarkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi anak oleh ibu. Surabaya menjadi pilihan saya karena kota ini memiliki variasi karakteristik kependudukan dan determinan perilaku kesehatan yang cukup tinggi,” ungkap laki-laki kelahiaran Sumenep tersebut.

Selain aktif dalam perkuliahan, Achmad juga aktif dalam bidang sosial. Tercatat, saat ini ia tergabung dalam Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat UNAIR. Dalam penelitian tersebut, ia bertugas mengelola secara teknis kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Tak hanya itu, Achmad menjadi founder, owner, dan CEO Indonesian Health Collaboration and Innovation Institute (IHCI Institute). Sebuah lembaga yang fokus pada pelatihan dan pengelolaan penelitian serta pengembangan produk luaran penelitian di bidang kesehatan.

“Saya bersama rekan-rekan dari berbagai bidang ilmu berupaya mewujudkan kemandirian kesehatan Indonesia dengan prinsip “Everyone can Health” melalui IHCI Institute,” tambahnya.

Mahasiswa yang hingga saat ini menghasilkan 13 artikel ilmiah di bidang kesehatan gigi masyarakat yang telah dipublikasi di jurnal bereputasi internasional tersebut, berpesan kepada mahasiswa untuk senantiasa fokus kepada apa yang dilakukan.

“Fokus dan tawakkal pada Allah. Niatkan segala upaya dan pencapaian untuk kebermanfaatan. Jika niatnya untuk bermanfaat, maka kita akan dituntut untuk mengerjakan segala sesuatu dengan baik. Tidak hanya untuk nilai atau sekadar lulus,” pungkasnya. (*)

Penulis: Faisal Dika Utama

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).