BEM FIB Bangun Toleransi dan Rasa Tanggung Jawab Generasi Muda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KESERUAN peserta saat mengikuti games interaktif, pada (5/9). (Foto : Nur Rizky Rimadhani)

UNAIR NEWS – Munculnya sebuah perpecahan dapat dipicu oleh rasa tidak toleransi antar sesama. Apalagi sekarang marak aksi perpecahan yang muncul akibat masyarakat tidak menjaga sikap toleransi. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerjasama dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengadakan workshop tentang “Yang Muda, Yang Toleran, dan Bertanggung Jawab”, pada Kamis (5/9/19). Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Chairil Anwar Fakultas Ilmu Budaya, Kampus B.

Acara itu merupakan bentuk kerjasama strategis antara BEM FIB dengan CIPS dalam memberikan edukasi terkait toleransi pada kaum muda. Moch. Sholeh Pratama selaku Ketua BEM FIB mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan CIPS ini senada dengan program kerja dari Kementerian Keagamaan BEM FIB yaitu meningkatkan rasa toleransi.

“Kita dukung acara CIPS ini dengan memberikan tempat pelaksanaan di FIB UNAIR. Karena tepat di kepengurusan BEM FIB 2019 ini, ada Kementerian Keagamaan yang fokus bergerak diranah kampanye toleransi,” ujarnya.

Dalam acara itu, para peserta diajak aktif dalam mengutarakan pendapat tentang sesuatu hal. Setiap peserta mengutarakan pendapatnya tentang diri mereka sendiri dan fenomena yang muncul saat ini seperti fenomena fisik dan ras. Menurut Patricia Kandau perwakilan dari CIPS mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk offline dari program mereka dan organisasi itu adalah organisasi dibawah Kementerian Ketahanan Hukum dan Ham .

“Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk membuat anak muda lebih toleransi pada perbedaan yang ada dan mampu mempertanggung jawabkan pendapat yang mereka utarakan,” ujarnya saat diwawancarai.

Para peserta banyak diberi pertanyaan mengenai pendapat mereka tentang fisik mereka, apakah mereka menghargai diri mereka sendiri, dan apakah mereka menghargai perbedaan yang melekat pada diri orang lain. “Dengan ini mereka akan dituntut untuk saling tolerasi antar kelompok dan akan saling berpendapat. Setiap keputusan entah kecil atau besar akan berpengaruh terhadap kehidupan secara keseluruhan,” ujar Patricia.

Penulis : Nur Rizky Rimadhani

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu