Sibuk Kuliah Tak Halangi Mahasiswa Kedokteran UNAIR Susun Buku Fiksi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI kanan: Ronaldo Muslim, Ihsan Fahmi Rofananda, dan Ahmad Cholifa Fachruddin, tiga orang di antara 19 penulis buku ‘Piramida Makna dan Gejolaknya’. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Kesibukan di bidang akademik tak menghalangi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk berkarya. Tak hanya aktif belajar demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, beberapa mahasiswa FK UNAIR yang tergabung dalam kelompok literasi INSULIN menyusun buku kumpulan puisi pertama mereka.

Hal ini dibenarkan oleh Ronaldo Muslim, ketua INSULIN FK UNAIR. Menurutnya, melihat bahwa tingkat minat baca di Indonesia masih tergolong rendah, literasi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Selain itu, lewat buku ini mahasiswa FK yang memiliki bakat di bidang menulis bisa menyalurkan potensinya.

“Sebenarnya INSULIN sendiri tujuannya untuk menampung karya tulis fiksi dari mahasiswa. Awalnya anggota kami hanya empat orang, tapi semakin lama semakin banyak yang bergabung,” buka Ronaldo.

Seiring berjalannya waktu, makin terlihat banyak potensi dari mahasiswa. Tulisan-tulisan karya mahasiswa selama ini hanya dimuat di media sosial pribadi meskipun memiliki kualitas yang bagus. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan di balik penyusunan buku Piramida Makna dan Gejolaknya yang memberi kesempatan pada penulis berbakat di FK UNAIR untuk membuat karya yang lebih besar.

“Buku Piramida Makna dan Gejolaknya ini sendiri berisi antologi puisi, cerpen, dan esai yang merupakan karya mahasiswa FK UNAIR. Karya yang dimuat di sini memiliki berbagai tema mulai dari keluarga, kehidupan, dan filsafat, bahkan tema percintaan,” jelas Ronaldo.

“Karena itulah diberi judul Piramida Makna dan Gejolaknya dimana berbagai tema tersebut saling bersusunan dan memuncak pada satu makna,” lanjutnya.

Tak hanya memuat berbagai tema yang fresh dan sesuai dengan kehidupan sebagai mahasiswa, pada buku ini juga terdapat tulisan yang bertemakan dunia kedokteran. Bahkan, pada tulisan bertema kedokteran tersebut tergambar suasana rumah sakit dan terselip beberapa istilah dalam dunia medis.

Ronaldo menjelaskan, ada sebanyak 19 penulis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut. Mereka terdiri dari mahasiswa FK dan penulis eksternal. Buku ini telah dicetak dan diperjualbelikan secara preorder (PO) melalui anggota INSULIN FK UNAIR.

Ke depan Ronaldo berharap buku Piramida Makda dan Gejolaknya bisa menjadi karya yang bermanfaat untuk banyak orang, baik mahasiswa FK maupun masyarakat luas. Ia juga berharap minat baca di Indonesia bisa tumbuh dengan semakin baik.

“Ilmu sastra ini sangat penting dan dibutuhkan, bahkan bagi mahasiswa kedokteran. Ilmu ini bisa digunakan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dengan pasien, menulis artikel ilmiah, dan menjelaskan hal-hal berbau medis kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami,” pungkasnya. (*)

Penulis : Sukma Cindra Pratiwi

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu