Formula Biskuit PMT Anti Galau

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Cookpad.com

Menu makanan balita penting sekali untuk dicermati bagi orang tua. Tak jarang, anak  menolak makan karena alasan yang tidak diketahui. Hal ini bisa berbahaya jika dibiarkan terus menerus. Menurut data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2018, prevalensi anak dengan status gizi kurang sampai saat ini masih diatas 10%. Tentu permasalahan ini harus kita selesaikan bersama untuk generasi berikutnya yang sehat.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dengan program pemberian biskuit PMT. Biskuit PMT didistribusikan oleh pemerintah, dibagikan untuk ibu hamil dan anak balita terutama dengan status gizi kurus (wasting) untuk pemulihan. Tiap 100 gram PMT biskuit mengandung makro dan mikronutrien yang sudah didesain untuk mencukupi kebutuhan gizi anak balita. Awalnya, biskuit didisain untuk mencukupi kebutuhan energi kandungan kalori dan mikronutriennya cukup tinggi yaitu540 kalori, 14 gram lemak, 9 gram protein, dan 71 gram karbohidrat. Namun dalam perkembangannya PMT Balita diformulasikan hingga mengandung 10 vitamin (vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, D, E, K, dan Asam Folat) dan 7 mineral (besi, zink, fosfor, selenium, dan kalsium). Setiap bungkus PMT Balita terdiri dari 12 keping biskuit atau 540 kalori (45 kalori per biskuit). Usia 6-11 bulan diberikan 8 keping per hari selama 1 bulan, setara dengan 20 bungkus PMT Balita. Usia 12-59 bulan diberikan 12 keping per hari selama 1 bulan, setara dengan 30 bungkus PMT Balita.

Ada yang perlu dicermati!

Perhatian khusus perlu diberikan pada efektivitas program untuk PMT pada baduta, karena pada usia ini anak masih dalam fase pembelajaran dalam mengenal makanan lunak dan padat. Pada usia 6-23 tahun, anak baduta telah lepas dari fase ASI eksklusif dan sedini mungkin diperkenalkan dengan makanan cair dan lunak untuk kemudian pada usia 1 tahun sudah diperkenalkan dengan makanan padat seperti yang disajikan dalam makanan keluarga. Dalam fase mengenali makanan tersebut, kemampuan anak baduta untuk menerima program PMT yang diberikan masih menjadi suatu permasalahan. Anak-anak kita sering menolak dengan berbagai alasan, tidak suka, bosan dll yang membuat Ayah Bunda dan petugas kesehatan juga jadi galau.

Lalu apa yang perlu dilakukan ayah bunda? Kunci dari pemberian makan pada anak adalah inovasi. Orangtua perlu lebih kreatif lagi untuk memberikan asupan pada anak. Berdasarkan beberapa penelitian, anak balita memang rentan bosan terhadap 1 jenis makanan yang diulang-ulang.

Dosen dan Mahasiswa di Departemen Gizi FKM Unair berupaya membuat terobosan untuk permalahan ini. Biskuit ternyata bisa diolah  untuk dijadikan makanan menarik bagi anak. Salah satu olahan yang dibuat adalah Pie.

Pie adalah makananyang terdiri dari kulit kue kering dengan isi yang beranekaragam. Isi pie dapat berupa cairan kental yang dimaniskan mirip selai, atau dapat ditambahkan berupa olahan bua, daging, sayur dll.

Bahan utama pembuatan pie adalah tepung terigu, bahan ini dapat disubstitusi dengan biskuit yang dihancurkan. Untuk meningkatkan protein yang bermanfaat pertumbuhan anak dapat ditambahkan isolat protein. Sedangkan Flanya dari tepung sagu dan tepung ubi ungu kaya antioksidan.

Pie ujicobakan dalam berbagai kelompok formula, dan substitusi 10% biskuit merupakan formula terpilih yang paling disukai oleh panelis. Hasil formulasi diatas sudah diujicobakan ke penilai organoleptik semi-terlatih dan ternyata dapat diterima untuk rasa, aroma, warna serta tekstur. Hasil ini sudah diujicobakan juga ke anak-anak dan membuat mereka lebih tertarik untuk mengonsumsi. Dalam satu porsi pie mengandung 120 kkal dan 2,5 gram protein dapat memenuhi kebutuhan anak untuk selingan.  

Pie adalah salah satu alternatif untuk menarik minat makan anak, selain itu masih banyak resep yang dapat dicobakan oleh orang tua dari bahan dasar biskuit PMT. Hal ini dapat memberikan peluang orang tua untuk memberikan alternatif lain menghindari kebosanan anak. Orang tua kreatif, anak sehat berprestasi (MAR).

Penulis: Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz, M.Si

Hasil penelitian dipublikasikan pada Indian Journal of Publiv Health Research& Development Volume 10, No.3 Maret 2019. DOI Number: 10.5958/0976-5506.2019.00636.3.

Website: www.ijphrd.com dengan judul: Pie Formula Biscuit Flour and Soy Protein Isolate as Alternative of High Protein Snack for Toddler

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu