BEM UNAIR Kenalkan Help Center sebagai Wadah Konseling Pelecehan Seksual

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KAJIAN Rutin Alpha Female: Your Very First Weapon Should be Your Voice di Ruang Kuliah B FKG UNAIR. (foto: Nikmatus Sholikhah)

UNAIR NEWS – Kementerian Pemberdayaan Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan kajian rutin (Karin) batch 3 bertajuk Alpha Female: Your Very First Weapon Should be Your Voice pada Sabtu (31/8/2019). Kegiatan yang bertempat di Ruang Kuliah B FKG UNAIR itu merupakan kajian lanjutan pemberdayaan perempuan dari Karin batch 1 yang membahas tentang UNAIR on Sexual Assault. Selain itu, kajian yang diikuti lebih dari 200 mahasiswa itu juga bertujuan untuk mengenalkan Help Center sebagai wadah konseling yang siap mendampingi mahasiswa mengatasi masalah personal.

Dr. Liestianingsih Dwi Dayanti Dra., M.Si., sebagai Ketua Umum Help Center UNAIR mengajak peserta kajian untuk bersikap berani dalam bersuara dan mengatakan ‘tidak’ untuk melindungi diri dari pelecehan seksual. Dia juga menjelaskan bahwa semua kegiatan lawan jenis yang membuat perempuan merasa tidak nyaman merupakan tindakan pelecehan seksual.  

“Jangan takut melawan, laporkan pelaku kepada lembaga berwenang atau hubungi Help Center UNAIR! Kami tidak akan mengungkap identitas korban,” jelas Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNAIR itu.

Sebagai ketua panitia, Pauline Ciputri menyatakan bahwa pemilihan tema dalam Karin batch 3 itu dilatarbelakangi oleh ketidakmampuan sebagian perempuan untuk membela dirinya menggunakan tangan. Sehingga hal paling mudah untuk melakukannya adalah dengan bersuara.

“Itulah mengapa Help Center hadir untuk memupuk keberanian pada perempuan bahwa suara mereka itu sangat berarti untuk melindungi dirinya sendiri,” imbuhnya.

Salah satu peserta Karin Alpha Female, Eza mengaku senang bisa mengikuti kegiatan itu. Dia memaparkan bahwa dengan adanya kegiatan seperti itu bisa membuka wawasan dan memberikan keberanian pada dirinya bahwa tindakan pelecehan seksual itu harus diungkap. Dia juga berharap semoga semua sivitas akademika UNAIR, khususnya peserta Karin semakin sadar tentang derajat perempuan dan mampu memanfaatkan fasilitas Help Center yang telah diberikan kampus untuk memberikan keamanan pada perempuan.

Sebagai penutup, Dr Liestianingsih juga menyatakan bahwa Help Center UNAIR membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi relawan. Hal itu dilakukan sebagai upaya agar mahasiswa yang melakukan pengaduan atau konseling pada Help Center merasa lebih nyaman apabila pendengarnya adalah teman yang seumuran.

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu