Mahasiswa FH Bicara Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Erlin (tiga dari kiri) bersama para delegasi AYIMUN 2019 dari berbagai negara di Asia. Acara berlangsung di Putrajaya, Malaysia, pada 28 Agustus 2019. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Konferensi internasional Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) yang ditujukan bagi anak muda di wilayah Asia menjadi salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa. Sebab, konferensi ini memberi kesempatan bagi anak muda untuk belajar diplomasi, negosiasi, sekaligus berbagi ide dan solusi untuk memecahkan berbagai masalah di dunia.

Selain itu, AYIMUN menjadi platform yang mempertemukan pemimpin-pemimpin muda dari berbagai negara. Mereka bertemu untuk bertukar pikiran mengenai isu politik dan kemanusiaan. Tidak hanya itu, AYIMUN menjadi wadah komunikasi sekaligus membuka jejaring internasional para generasi muda.

Tak ketinggalan, AYIMUN 2019 diikuti oleh mahasiswa Universitas Airlangga. Salah satunya Nisrina Rahma Berlianna, mahasiswi Fakultas Hukum (FH) yang kerap disapa Erlin. Tahun ini, Erlin menjadi delegasi AYIMUN 2019 yang diselenggarakan pada Minggu (25/08/2019) berakhir pada Rabu (28/08/2019), bertempat di Putrajaya, Malaysia.

Mengikuti ajang bergengsi itu, perjuangan Erlin untuk menjadi salah satu delegasi pada AYIMUN 2019 tidaklah mudah. Ia harus melalui serangkaian tes hingga dinyatakan sebagai delegasi Universitas Airlangga yang turut serta dalam AYIMUN 2019.

Erlin mengaku, ia memiliki ketertarikan terhadap isu-isu internasional yang sedang berkembang. Untuk itu ia mendaftar AYIMUN dengan ketentuan awal membuat esai dan motivation letter. Kesetaraan gender menjadi topik pilihannya.

“Waktu itu aku bikin esai tentang pentingnya kesetaraan gender di era global. Dan sebagai tambahan aku cerita tentang pengalamanku yang pernah membuat artikel tentang posisi dan peran wanita serta anak-anak di masa penjajahan,” ujar Erlin.

Tak disangka, dari 35.000 pendaftar, Erlin lolos dan menjadi satu dari seribu delegasi AYIMUN 2019. Dalam konferensi itu Erlin mengutarakan opininya dengan tema Threats to Woman’s and Children Human Security During Times of War.

Riset dan membuat position paper adalah di antara persiapan yang dilakukan Erlin sebelum terbang ke Malaysia. Ia juga mempelajari tata cara persidangan PBB yang benar dan mempersiapkan kosa kata yang tepat untuk digunakan dalam sidang PBB.

“Di AYIMUN terbagi menjadi 18 council. Nah, kebetulan aku masuk di council UN-WOMAN yang membahas tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita,” terangnya.

Di gelaran AYIMUN itu, Erlin memberikan pendapatnya tentang kesetaraan gender sebagai perwakilan dari negara Pantai Gading. Ia juga memberikan solusi tentang bagaimana seharusnya sebuah negara berdiplomasi dengan negara lain untuk mengatasi isu kesetaraan gender.

Erlin sangat senang dan excited dapat menjadi delegasi dalam event internasional seperti AYIMUN 2019. AYIMUN menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Erlin berharap, ke depan, akan lebih banyak mahasiswa UNAIR yang dapat ikut serta dalam konferensi Internasional seperti AYIMUN.

“Pesan untuk mahasiswa lainnya, rajin-rajin cari info tentang konferensi Internasioal di media sosial. Atau untuk first time kayak aku bisa nyobain MUN yang lokal seperti Airlangga MUN untuk mengawalinya,” tutup Erlin. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu