Menggunakan Media Visual untuk Meningkatkan Kosa Kata Siswa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Media Dosen

Bahasa Inggris adalah bahasa yang penting untuk dipelajari oleh semua orang sebagai bahasa kedua termasuk di Indonesia. Selain itu, bahasa Inggris juga memiliki komponen bahasa seperti pengucapan, kosakata, dan tata bahasa. Sebagai salah satu komponen dasar dari empat keterampilan bahasa, kosakata harus dikuasai oleh siswa. Belajar kosakata adalah langkah mendasar untuk belajar bahasa asing. Jadi, untuk belajar bahasa asing siswa harus memiliki banyak kosa kata agar, siswa dapat belajar bahasa asing dengan sangat baik.

Sebenarnya, banyak siswa masih menghadapi banyak kesulitan untuk memahami teks bahasa Inggris dan untuk menjawab pertanyaan membaca karena mereka kekurangan kosakata. Mereka tidak tahu arti kata-kata dalam teks bahasa Inggris karena pengetahuan mereka tentang kosakata rendah. Jadi, mereka kesulitan menghafal dan memahami kosakata, karena dipengaruhi oleh bahasa ibu yang mereka gunakan. Mengajar bahasa Inggris kepada siswa di Indonesia tidak mudah karena bahasa Inggris adalah bahasa kedua atau bahkan bahasa asing bukan bahasa ibu siswa. Jadi, untuk mengajar bahasa Inggris, guru harus dapat memilih metode belajar mengajar terutama untuk pengajaran kosakata. Guru juga dapat menggunakan media visual untuk memfasilitasi siswa dalam menerima materi pembelajaran agar tidak bosan dalam proses belajar mengajar.

Guru bahasa Inggris selalu membutuhkan bahan ajar tambahan  untuk membantu siswa membayangkan ide-ide mereka. Selain itu, bahan ajar tambahan ini dapat memberikan siswa ide untuk lebih mudah mengingat dan merangsang rangsangan otak kanan siswa. Thornbury mengatakan bahwa visualisasi adalah cara terbaik untuk mengajarkan kata-kata baru untuk semua mata pelajaran. Ini berarti bahwa guru dalam proses belajar mengajar dapat menggunakan hal-hal visual sebagai media yaitu: video, lagu, gambar tongkat, gambar, kartu flash, dll. Jadi, siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan sangat baik. Namun, dalam penelitian ini, peneliti memilih gambar sebagai media ajar yang dapat mengembangkan dan memotivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dengan mudah termasuk kosakata. Oleh karena itu, peneliti menawarkan jenis gambar sebagai media visual, yaitu gambar Pop-up.

Gambar Pop-up adalah salah satu media alternatif dalam proses belajar mengajar kosakata bahasa Inggris untuk meningkatkan prestasi siswa karena gambar Pop-up memiliki banyak warna, menarik, dan memotivasi. Menurut Hornby (2009: 896), gambar Pop-up adalah potongan kertas yang dilipat naik untuk membentuk adegan atau gambar tiga dimensi ketika kertas diputar. Ini berarti bahwa gambar Pop-up adalah gambar yang berisi potongan kertas yang dilipat dan muncul dalam bentuk gambar ketika gambar dibuka. Jadi, dengan menggunakan gambar Pop-up, para siswa dapat melihat seperti gambar nyata dan hidup daripada gambar pada umumnya. Itu karena gambar Pop-up memberikan tiga dimensi dan berwarna-warni. Selain itu, dapat mengekspresikan abstraknya ide-ide yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, gambar Pop-up belum pernah digunakan oleh guru bahasa Inggris sebelumnya dalam mengajar kosakata. Padahal, media ini tidak hanya praktis untuk digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran kosakata tetapi juga memiliki beberapa fitur (gambar 3 dimensi, gambar Pop-up, menarik, dan penuh warna) yang diharapkan menjadi media pengajaran yang bermanfaat bagi siswa.

Dalam hasil penelitian ini ada dua siklus untuk diterapkan, yaitu: Siklus 1 dan Siklus 2. Dalam Siklus 1 80,6% dari 36 siswa mendapat nilai> 80 pada tes kosakata bahasa Inggris. Kriteria keberhasilan penelitian ini ditentukan oleh setidaknya 80% siswa mendapat nilai> 80. Ini berarti bahwa tindakan Siklus 1 berhasil. Sementara itu, dalam Siklus 2 masih terus mengetahui peningkatan hasil partisipasi dan hasil kosakata bahasa Inggris siswa. Hasil tes kosakata bahasa Inggris siswa di Siklus 2 menunjukkan bahwa 83,3% dari 36 siswa atau 30 siswa mendapat nilai> 80. Ini berarti bahwa ada juga beberapa peningkatan dari Siklus 1 ke Siklus 2 sebanyak 2,7% dari siswa yang mendapat skor> 80. Dari hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar Pop-up dalam proses kegiatan belajar mengajar kosakata bahasa Inggris, yakni sebagai penggunaan gambar Pop-up dapat meningkatkan pencapaian kosakata bahasa Inggris siswa kelas VII-A di SMPN 7 Jember. Itu dibuktikan oleh hasil tes kosakata bahasa Inggris bahwa ada peningkatan persentase siswa yang mendapat skor setidaknya 80 dari 80,6% di Siklus 1 menjadi 83,3% di Siklus 2. Tidak hanya itu, penggunaan gambar Pop-up dapat meningkatkan partisipasi siswa di kelas VII-A dalam proses belajar mengajar kosakata bahasa Inggris di SMPN 7 Jember. Itu dibuktikan oleh hasil pengamatan bahwa ada peningkatan persentase partisipasi siswa dari 86% di Siklus 1 menjadi 88,9% di Siklus 2.

Penulis: Dr. Ni Wayan Sartini

Informasi lengkap mengenai tulisan di atas dapat dilihat di: https://www.atlantis-press.com/proceedings/klua-18/25900125

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu