Hidupkan Aktivisme di Kampus Oranye

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa baru FISIP UNAIR melakukan praktik manajemen aksi di Kampus B UNAIR, Jumat (9/8/2019). (Dok. Panitia)

UNAIR NEWS – Memasuki tahun ajaran baru, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar United FISIP Orientation atau biasa dikenal dengan UFO. UFO menjadi ajang kaderisasi untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus pengenalan lingkungan kampus FISIP UNAIR. Tahun 2019 ini, UFO digelar pada 7-9 Agustus di FISIP UNAIR Kampus B.

Mengusung “Aktivisme Abad 21” sebagai tema besar acara, Ketua UFO 2019, Rusalle memaparkan tema ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa lebih kritis dan aktif dalam dunia pergerakan kampus. Total terdapat 761 mahasiswa baru FISIP 2019.

“Yang diperlukan mahasiswa FISIP untuk terus menerapkan nilai-nilai ke-FISIP-an dan semangat pergerakan di zaman yang memasuki era disrupsi dan revolusi Industri 4.0,” terang mahasiswa Ilmu Politik 2017 tersebut.

Mahasiswa baru, lanjut Rusalle, diharapkan mampu memanfaatkan ruang-ruang pembelajaran yang ada agar nilai-nilai khas FISIP dapat terlaksana di proses perkuliahan.

Gaungkan Aksi

Bicara tentang UFO, tak lengkap rasanya jika tak menyinggung masalah aksi. Ya, sejak dulu, masa orientasi di kampus oranye dikenal tak pernah luput dari praktik manajemen aksi. Selain memberi warna sebagai ciri khas arek FISIP, puncak dari acara UFO tersebut merupakan upaya menanamkan kepekaan sosial dan berpikir kritis bagi mahasiswa baru.

Rusalle menjelaskan, tahun ini terdapat pembaruan di bidang kajian sebelum melaksanakan aksi. Hal tersebut merupakan hasil evaluasi dari aksi tahun-tahun sebelumnya yang dinilai belum berlandaskan kajian mendalam.

“Maka tahun ini kami mencoba melakukan suatu bentuk analisis sosial dengan mewawancarai masyarakat FISIP agar mahasiswa baru memperdalam argumentasinya ketika aksi,” imbuhnya.

Manajemen aksi menjadi salah satu media bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Namun, yang perlu digaris bawahi, aksi tak sekedar asal berdemonstrasi. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus siap dengan sikap kritis solutif. Melakukan dialektika dan negosiasi sebelum memutuskan aksi sebagai jalan akhir memperjuangkan aspirasi. Mahasiswa sebagai intermediate actor, harus mampu menjadi jalan tengah pada setiap masalah. Termasuk sikap objektif dalam menilai kinerja pemerintah.

Sebelum turun ke jalan, mahasiswa baru terlebih dahulu melakukan roleplay dengan isu yang telah ditentukan, yakni menyoal masalah pendidikan di Indonesia. Tingginya biaya pendidikan, terutama di perguruan tinggi, seringkali menjadi kendala bagi mereka yang ingin mengenyam sekolah sarjana.

Tak dapat dipungkiri, selain rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, faktor ekonomi juga menjadi alasan utama bagi mereka tak melanjutkan pendidikan. Pendidikan seolah menjadi barang mewah bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sehingga, aksi ini diharapkan dapat membangun wawasan dan pemahaman mahasiswa baru dalam mencari solusi atas permasalahan di di negeri ini.

Dengan didampingi oleh panitia, peserta melakukan long march di sekitar kampus B UNAIR, sebelum kemudian berkumpul untuk melakukan negosiasi atas keberlanjutan tuntutan. Selain manajemen aksi, mahasiswa baru juga dibekali dengan materi-materi lain seperti critical thinking hingga opini publik dan analisis kritis media.

Tak hanya itu, panitia UFO 2019 menugasi seluruh mahasiswa baru untuk menulis opini dan mengirimkannya ke media massa. Hal itu sebagai salah satu langkah konkrit dalam menghidupkan semangat aktivisme dan suara mahasiswa yang kini dinilai mulai jarang terdengar di ruang-ruang publik.

Akhir kata, selamat datang penggawa FISIP muda. Selamat menuai mimpi dan perjuangan di kampus pergerakan!

Penulis : Zanna Afia Deswari

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu