Periksa Hewan Kurban Se-Banyuwangi, Targetkan Daging Berkualitas ASUH

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pemeriksaan post mortem pada daging hewan qurban yang telah disembelih (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Hari Raya Idul Adha merupakan saat dimana distribusi dan konsumsi daging pada masyarakat sangat tinggi. Sehingga perlu tindakan pencegahan sebelum daging-daging tersebut disembelih atau bahkan terdistribusi ke masyarakat untuk dikonsumsi. Menanggapi hal tersebut, program studi Kedokteran Hewan PSDKU UNAIR di Banyuwangi mengambil tindakan dengan malancarkan kegiatan pemeriksaan hewan qurban.

“Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk menjaga kualitas daging hewan qurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), yang kemudian disebarkan dan dikonsumsi masyarakat selama hari raya Idul Adha,” ujar Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Drh., M.Si., salah satu dosen prodi Kedokteran Hewan Banyuwangi.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun tersebut menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur IV, sebagai upaya untuk memperluas titik lokasi pemeriksaan.

“Teknisnya, kami bersama dengan petugas dokter hewan dan mahasiswa menyebar dalam tim kecil ke setiap kecamatan di Banyuwangi. Lokasi pemeriksaan, kami utamakan Masjid dan instansi pemerintahan,” imbuh Thohawi.

Tak hanya sekedar memeriksa, kegiatan pemeriksaan tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan ante mortem fokus pada hewan sebelum disembelih, meliputi kelayakan usia hewan untuk disembelih dan kesehatan fisik lainnya. Selain itu, juga ada pencegahan cacat fisik, patologis dan potensi sakit yang dilakukan dengan memeriksa seluruh bagian tubuh, terutama pada kelenjar limfa. Tujuan utama dari pemeriksaan ante mortem yaitu, untuk mengetahui apakah hewan qurban tersebut diizinkan untuk disembelih, ditunda disembelih, atau dilarang disembelih.

Thohawi menambahkan, setelah pemeriksaan ante mortem, dilakukan pemeriksaan post mortem yang fokus pada hewan qurban setelah disembelih. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati sampel daging dan organ penting, seperti hati, limfa dan jeroan. Dimana pada organ-organ tersebut rawan terdapat parasit yang dapat berbahaya jika dikonsumsi manusia dengan pengolahan yang kurang tepat.

“Setelah melakukan pemeriksaan, kami biasanya menyelipkan sosialisasi tentang syarat pemilihan hewan qurban yang baik, serta cara memasak dan mengolah daging yang benar kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurut dosen asal kota Gresik tersebut, terdapat hal menarik pada kegiatan pemeriksaan hewan qurban tahun 2019 kini,  selain banyaknya hewan yang disembelih, ada salah satu sapi yang beratnya ditaksir mencapai 800 kg. Dengan ukuran yang fantastis tersebut, membuat warga sangat antusias menyambut kedatangan petugas pemeriksa untuk mengetahui kondisi sapi tersebut.

Sebagai dosen dari prodi Kedokteran Hewan, Thohawi berharap agar kegiatan ini menjadi program wajib dan rutin,  yang dapat disambut baik oleh masyarakat, serta mampu menjalin kerja sama lebih baik dengan takmir Masjid dan instansi pemerintahan yang melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban.

“Dengan kerja sama ini, saya harap masyarakat merasa aman untuk mengkonsumsi daging qurban, serta mampu memotivasi peternak untuk menggiatkan kemandirian demi peningkatan populasi ternak di Banyuwangi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

Nuri Hermawan

Nuri Hermawan

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu