Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Begini Kata Dosen FPK PSDKU Banyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILustrasi oleh Harteknas

UNAIR NEWS – Tanggal 10 Agustus merupakan salah satu hari bersejarah nasional bagi rakyat Indonesia. Hal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995, yang menetapkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HARTEKNAS) pada tanggal tersebut.

Lantas, apa pendapat dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi menyoroti HARTEKNAS khususnya pada bidang perikanan dan kelautan? Berikut telah UNAIR NEWS rangkum pendapat dari dosen FPK PSDKU terkait hal tersebut.

“Kita tidak bisa menutup mata akan pesatnya perkembangan teknologi dari negara tetangga, khususnya bidang perikanan ya. Karenanya pemerintah terus mendorong untuk meningkatkan inovasi teknologi di bidang perikanan, tentunya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa dapat mengambil peran dengan melakukan penelitian yang kekinian dan memiliki kebermanfaatan untuk perkembangan teknologi di bidang perikanan khususnya”.

Prayogo, S.Pi., MP.

”Saat ini seperti yang diketahui bersama, perkembangan teknologi di bidang perikanan relatif cepat, jika dibandingkan terdahulu. Perkembangan teknologi ini harapannya berbanding lurus dengan perkembangan sumber daya manusia. Sehingga peran serta masyarakat, dalam hal ini saya lebih menyoroti akademisi untuk terus update informasi terkait hal tersebut”.

Suciyono, S.St.Pi., MP.

“Revolusi industri 4.0 mau tidak mau mendorong masyarakat untuk melek teknologi, terkhusus pada bidang perikanan. Namun sayangnya perkembangan teknologi ini berjalan tidak berdampingan. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menemukan cara yang efektif untuk menghubungkan antar lini. Tidak dipungkiri semua elemen masyarakat dituntut sadar dan berperan aktif didalamnya”.

Arif Habib Fasya, S.Pi., MP.

“Tujuan perkembangan teknologi tentunya untuk memudahkan berbagai permasalahan yang terjadi, tidak terkecuali pada bidang perikanan. Ketika perkembangan teknologi ini tidak dipergunakan sebagaimana fungsinya, tentu menjadi serangan balik. Maka diperlukan pemahaman terkait hal tersebut”.

Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si.

“Revolusi biru dan hijau merupakan arah dari revolusi industri 4.0, dimana semua teknologi diarahkan pada penggunaan bahan yang murah dan ramah lingkungan. Dalam bidang perikanan misal untuk meminimalisir sampah plastik yang menjadi permasalahan Negara Indonesia maka diciptakan kemasan biodegradable dengan memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasarnya. Berangkat dari permasalahan perkembangan teknologi ini terus dilakukan, sehingga tidak patut kita menutup diri dari permasalahan sekitar”.

M. Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Si.

Penulis: Dian Putri Apriliani

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

Nuri Hermawan

Nuri Hermawan

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu