Adakan 13th Korea-ASEAN Joint Symposium 2019, FST Tutup dengan Tanda Tangan MoA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
2. PENANDATANGANAN MoA antara dekan FST, Prof. Win Darmanto,Ph.D dan perwakilan Departement of Chemical and Biological Engineering, Korea University. (Foto: Istimewa)
2. PENANDATANGANAN MoA antara dekan FST, Prof. Win Darmanto,Ph.D dan perwakilan Departement of Chemical and Biological Engineering, Korea University. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga dipilih menjadi penyelenggara seminar Internasional The 13th Korea-ASEAN Joint Symposium 2019. Seminar yang dibuka langsung oleh dekan FST yang sekaligus sebagai ketua pelaksana Prof. Win Darmanto, M.Si. Ph.D, itu memiliki tema ”Biomass Utilization and Renewable Energy”.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari (7–8 Agustus 2019) di Ruang Kahuripan 300 kantor Manajemen Kampus C UNAIR. Seminar diikuti oleh para peneliti dari 14 Universitas anggota dari Indonesia, Korea, Thailand, Malaysia, dan Myanmar. Di antaranya,  Korea University; Sangmyung University; Sun Moon University; Universiti Teknologi Malaysia; Universiti Putra Malaysia; Chulalongkorn University; Naresuan University; Mandalay University; Institut Teknologi Sepuluh November; Universitas Airlangga; Universitas Mulwarman; Universitas Wahab Hasbullah; dan Universitas Brawijaya.

Wakil Dekan III Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si., selaku wakil ketua pelaksana menyampaikan seminar itu merupakan kegiatan tahunan dari Korea-ASEAN Joint Symposium. Selain itu, seminar tersebut lebih mengarah pertemananantara peneliti bidang biomasa dan energi terbarukan.

”Sudah ke-13 kalinya, dan UNAIR baru join pada 2017. Kami (Para anggota, Red) menyebutnya friendship antara peneliti, terutama di bidang Biomass Utilization and Renewable Energy,” ungkapnya.

Seminar yang merupakan ajang pertemuan berbagai pihak, berskala nasional dan internasional itu dirancang untuk memudahkan para ilmuwan dan professional, sekaligus mahasiswa dalam berbagai pengalaman penelitian. Termasuk dalam mendiskusikan penelitian mereka dalam suasana internasional melalui presentasi secara lisan atau poster.

Dr. Nanik menambahkan, selain pemaparan hasil-hasil riset dan poster seminar tersebut menghasilkan proceding yang terindeks Scopus. Selain itu, dari setiap perwakilan universitas dapat melakukan kerja sama seperti exchange program dan kolaborasi riset.

Pada hari terakhir, ada pertemuan dari key person masing-masing delegasi universitas untuk merencanakan kelanjutan dari lokasi seminar di tahun berikutnya, konsep serta diskusi member baru. Selain itu, pada closing ceremony, ada reward yang diberikan kepada poster terbaik.

Dengan menjadi tuan rumah, diharapkan meningkatkan kerja sama di tingkat internasional terutama dalam peningkatan jumlah “academic peerlist” yang akan berdampak pada peningkatan ranking dunia UNAIR. Di samping itu, para mahasiswa dapat langsung belajar berkomunikasi dengan para professor yang hadir dan dapat menjadi panitia penyelenggara kegiatan bertaraf International.

Dalam kesempatan itu, ada penandatanganan MoA antara Fakultas Sains dan Teknologi dengan Departement of Chemical and Biological Engineering, Korea University. Di mana dalam MoA tersebut, disepakati bentuk kerja sama berupa riset dan bentuk kerja sama lainnya. (*)

Penulis: Asthesia Dhea C.

Editor: Feri Fenoria Rifa’I

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu