Tiga Mahasiswa Bidikmisi UNAIR Ikuti Summer School di Bangladesh

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIGA Mahasiswa Bidikmisi Universitas Airlangga, Nusrotul Hidayah (Bawah, Merah Muda), Gery Lusiano (Abu-abu), serta Dyta Septiyatik (Ungu) menerima penghargaan Business Plan Competition di International Social Business Program (ISBSP) di Daffodil International University, Dhaka, Bangladesh. (Foto: Istimewa)
TIGA Mahasiswa Bidikmisi Universitas Airlangga, Nusrotul Hidayah (Bawah, Merah Muda), Gery Lusiano (Abu-abu), serta Dyta Septiyatik (Ungu) menerima penghargaan Business Plan Competition di International Social Business Program (ISBSP) di Daffodil International University, Dhaka, Bangladesh. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tiga Mahasiswa Bidikmisi Universitas Airlangga berkesempatan mengikuti International Social Business Program (ISBSP) di Daffodil International University, Dhaka, Bangladesh yang digelar pada 10 hingga 24 Juli 2019.Tiga mahasiswa itu adalah Gery Lusiano dari Program Studi Akuntansi, Nusrotul Hidayah dari Program Studi Ekonomi Islam, serta Dyta Septiyatik dari Program Bahasa dan Sastra Inggris.

Nusrotul sebagai perwakilan tim mengatakan, latar belakang diadakannya summer program itu adalah untuk mempelajari gagasan terkait bisnis sosial oleh penerima anugerah nobel perdamaian Prof. Muhammad Yunus.

”Pemilik Yunus Center itu mempunyai tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi masalah sosial dengan bisnis mikrokredit bersistem non-collateral kan. Makanya, kami belajar (summer program, Red) di sana,” ujarnya.

Selama belajar di sana, Nusrotul bercerita bagaimana sekolah yang ia kunjungi bernama Grameen-Caledonian College of Nursing itu benar-benar mengoptimalkan sarana kegiatan belajar yang hampir menyerupai kenyataan.

”Di situ penggunaan lab komputer dan juga perpustakaan. Selain terdapat ruang praktikum, dilengkapi dengan properti yang dibuat semirip mungkin dengan kenyataan,” ungkapnya.

Ditanyai mengenai ilmu yang didapat, Nusrotul menjawab dengan penuh kesan. Bahwa, ia mendapat banyak ilmu dasar tentang bisnis sosial. Termasuk terlatih merancang rencana bisnis dengan tujuan mengatasi permasalahan sosial.

Selain itu, Nusrotul menambahkan, dirinya mendapatkan pelajaran budaya beragam dengan peserta yang berasal dari berbagai negara. ”Pesertanya dari berbagai negara. Ada Srilangka, Indonesia, Jepang, Korea, Iran, Afrika Selatan, dan sebagainya,” terangnya.

Dengan mengikuti summer program di Bangladesh, Nusrotul berharap dirinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan tergerak selalu melakukan hal-hal yang positif untuk kehidupan sekitar. Dan tidak lupa, ia mengucapkan terima kasih dan harapan setingginya untuk Bidikmisi dan UNAIR yang telah membantu langkahnya belajar sampai ke negara Bangladesh.

”Teruntuk Bidikmisi, saya mengucapkan terima kasih. Dan khusus untuk UNAIR, semoga tetap berkarya dan menjadi World Class University,” tutupnya dalam wawancara. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu