Pertajam Konten Informasi, UNAIR Tengok Rahasia Dapur Redaksi Tempo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIM PIH UNAIR berfoto bersama Redaktur Pelaksana Halaman Metro Majalah Tempo Jajang Jamaludin seusai melangsungkan diskusi dan sharing di Kantor Majalah Tempo, Lantai 4, Gedung Tempo, Palmerah Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019). (Foto: Istimewa)
TIM PIH UNAIR berfoto bersama Redaktur Pelaksana Halaman Metro Majalah Tempo Jajang Jamaludin seusai melangsungkan diskusi dan sharing di Kantor Majalah Tempo, Lantai 4, Gedung Tempo, Palmerah Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Turbulensi era digital terhadap media informasi saat ini telah terjadi. Tidak hanya menarget media-media baru, tapi juga media yang telah mapan. Dalam pengertian, media arus utama yang telah berdiri sejak lama.
Itulah salah satu bagian menarik yang disampaikan Jajang Jamaludin, redaktur pelaksana halaman Metro Majalah Tempo, terkait fenomena media informasi saat ini.

Sebanyak delapan staf Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga berkesempatan melakukan diskusi dan sharing bersama dengan tim redaksi Tempo pada Senin (29/7/2019). Tepatnya di ruang meeting Tempo, Lantai 4, Gedung Tempomedia di Jalan Palmerah Slipi, Jakarta Selatan. Dipimpin langsung oleh Ketua PIH Dr Suko Widodo, tim UNAIR terdiri atas 2 staf bidang pemberitaan, 3 staf multimedia, 2 penerjemah berita, serta 1 staf bidang media sosial.

Setiap orang, ungkap Jajang, saat ini sangat mampu menjadi wartawan. Maksudnya, bisa dengan mudah menyampaikan informasi kepada siapa pun. Khususnya terwadahi dengan kemajuan teknologi informasi.

“Tempo berdiri berlatar belakang media perjuangan. Kami berupaya terus menjaga konsistensi itu. Makanya, tagline kami untuk publik untuk republik. Bahkan, kami sempat vakum usai diberedel pada masa pemerintahan orba (orde baru, Red) gara-gara mengkritik pemerintah,” ucapnya.

Terus berupaya menjaga konsistensi, tutur Jajang, Tempo mengedepankan independensi dan idealisme dalam menyuguhkan informasi. Tentu, keduanya tetap berpegang pada nilai-nilai jurnalisme. Terutama objektivitas sebagai piranti penting dalam menyampaikan informasi investigatif dan menentang arus utama.

“Dan, untuk menjaga itu, kami ada biro khusus, yakni biro pendidikan reporter Tempo. Dalam hal ini saya juga yang mengelolanya,” katanya.

“Jadi, kami menganggap konsistensi dan kualitas itu bisa terus terjaga dengan sistem pendidikan yang baik pula,” imbuhnya.

Untuk merespons era digital, ujar Jajang, Tempo juga memiliki akun media sosial yang dikelola anak-anak muda. Ada website pemberitaan tempo.co serta channel Youtube. Selain majalah, Tempo menerbitkan media harian Koran Tempo.

Sementara itu, Dr Suko dalam paparannya menyampaikan bahwa Tempo merupakan salah satu media yang memiliki independensi yang kuat. Selain itu, Tempo adalah salah satu media yang memiliki nilai sejarah yang panjang.

Karena itu, menjadi penting bagi media internal kampus untuk bisa menyajikan informasi yang baik dan mudah dipahami masyarakat dengan berkaca pada media-media yang sudah mapan. Khususnya dalam meneguhkan pilar tridarma perguruan tinggi. Salah satu bentuknya diwujudkan dalam kunjungan media tersebut.

“Tujuan kami kesini ingin melihat dan belajar tentang keredaksian di Tempo. Bagaimana nilai-nilai pemberitaan di Tempo. Juga tentang pengelolaan media berbasis digital di Tempo,” tuturnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

Feri Fenoria Rifai

Feri Fenoria Rifai

Leave Replay

Close Menu