Peran Tumor Necrosis Factor Alpha pada Penderita Sirosis Hati

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh The BMJ
Ilustrasi oleh The BMJ

Diperkirakan sebanyak 240 juta penduduk dunia terinfeksi hepatitis B kronis dan 600.000 orang meninggal tiap tahunnya akibat komplikasi dari hepatitis B. Sirosis hati merupakan komplikasi dari hepatitis B yang dapat berkembang menjadi kegagalan hati. Meskipun belum sepenuhnya dimengerti, perkembangan hepatitis B menjadi sirosis hati dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor virus, lingkungan, dan genetik penderita.

Belakangan ini, penelitian mengenai hepatitis B banyak difokuskan pada faktor genetik penderita yang melatarbelakangi perbedaan progresivitas hepatitis B pada setiap pasien. Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-α) merupakan sitokin yang berperan pada proses inflamasi hati. Pada kondisi hepatitis B kronis, terjadi produksi TNF-α berlebih yang memicu peradangan dan kematian sel hati serta meningkatnya perkembangan jaringan ikat hati. Apabila hal ini terjadi terus-menerus, sel-sel hati normal akan rusak dan digantikan oleh jaringan ikat. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya sirosis hati. Polimorfisme atau variasi gen TNF-α diketahui berperan dalam perjalanan penyakit hati, infeksi, dan peradangan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan di luar negeri menemukan bahwa keberadaan Single Nucleotide Polymorphism (SNP) atau perubahan satu basa nukleotida pada gen TNF-α di posisi -238 dan -308 dapat mempengaruhi produksi TNF-α itu sendiri. 

Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang dilakukan untuk mendeteksi SNP promotor gen TNF-α posisi -238 dan -308 dari sampel penderita sirosis hati dengan infeksi VHB di Poli Endoskopi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kami melakukan penelitian ini dikarenakan data mengenai faktor yang berperan terhadap kejadian sirosis hati di Indonesia masih terbatas. Penelitian kami mengambil sampel penderita sirosis hati dengan hepatitis B kronis di Poli Endoskopi RSUD Dr. Soetomo Surabaya dari bulan April-Mei 2017. SNP posisi -238 dan -308 (rs361525 dan rs1800629) promotor gen TNF-α dideteksi menggunakan teknik biologi molekuler Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) dengan primer spesifik untuk daerah promotor gen TNF-α dan enzim restriksi endonuklease NcoI dan MspI. Selanjutnya dilakukan penentuan genotip promotor gen TNF-α sesuai dengan panjang fragmen yang dihasilkan pada RFLP. Kadar TNF-α serum diukur dengan menggunakan metode Enzyme Linked-Immunoassay (ELISA).Seluruh prosedur laboratorium pada penelitian ini dikerjakan di Laboratorium Hepatitis Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga.

Dalam penelitian ini, didapatkan sebanyak 149 penderita hepatitis B yang dibuktikan dengan HBsAg positif di Poli Endoskopi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dari jumlah tersebut, didapatkan sebanyak 30 penderita sirosis hati. Dari 30 serum sampel penderita tersebut, didapatkan sebanyak 6,67% menunjukkan genotip SNP heterozigot GA untuk promotor gen TNF-α baik pada posisi -238 maupun -308. Tidak ditemukan genotip AA pada penelitian ini. Kadar TNF-α pada pasien wanita (38 ng/L) lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (33 ng/L). Kadar TNF-α pada pasien dengan genotipe SNP heterozigot GA pada posisi -238 dan -308 tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan wild-type (genotipe GG). Pada penderita sirosis hati dengan infeksi VHB di Poli Endoskopi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya ditemukan SNP heterozigot GA (6,67%) dan tidak ditemukan SNP homozigot AA promotor gen TNF-α (-238 dan -308). Berbeda dengan penelitian serupa di luar negeri, tidak ditemukannya genotip AA pada kedua posisi SNP di penelitian kami bisa jadi merupakan hal berbeda yang ditemukan pada populasi Surabaya. Hal ini dikarenakan polimorfisme gen berbeda pada setiap etnis dan populasi. Studi lebih lanjut pada berbagai etnis dan populasi di Indonesia diperlukan untuk memberikan data yang jelas mengenai keberagaman SNP promotor gen TNF-α pada sirosis hati dengan hepatitis B. Hubungan antara polimorfisme gen TNF-α terhadap ekspresi protein TNF-α yang dihasilkan juga perlu diteliti lebih lanjut untuk lebih dapat memahami pengaruh TNF-α pada perjalanan penyakit hati.

Penulis: Citrawati Dyah Kencono Wungu, dr., M.Si

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://e-journal.unair.ac.id/IJTID/article/view/7275

http://dx.doi.org/10.20473/ijtid.v7i5.7275

Citrawati Dyah Kencono Wungu, Mochamad Amin, S. Eriaty N. Ruslan, Priyo Budi Purwono, Ulfa Kholili, Poernomo Boedi Setiawan, Maria Inge Lusida, Soetjipto, Retno Handajani (2019). Detection of Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) Gene Promoters Polymorphism among Liver Cirrhosis Patients with Chronic Hepatitis B Virus (HBV) Infection in Surabaya, Indonesia. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 7(5): 115-121

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu