Rutin Eksplorasi Diri, UKTK UNAIR Tunjukkan Kreatifitas Ciptakan Karya Sendiri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PENAMPILAN Tari Mareng Airlangga pada penutupan NUDC dan KDMI 2019 di Aula Garuda Mukti, 18 Juli 2019 oleh UKTK UNAIR. (Foto: Erika Eight Novanty)
PENAMPILAN Tari Mareng Airlangga pada penutupan NUDC dan KDMI 2019 di Aula Garuda Mukti, 18 Juli 2019 oleh UKTK UNAIR. (Foto: Erika Eight Novanty)

UNAIR NEWS – Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang telah berdiri sejak lama, Unit Kegiatan Tari Karawitan (UKTK) telah banyak menghasilkan karya yang luar biasa. UKM yang sudah ada sejak 1981 itu ternyata tidak hanya mempelajari gerak tari. Namun, menciptakan banyak karya sendiri.

Misalny,a Tarian Makaryo Bareng Prabu Airlangga (Mareng Airlangga) yang ditampilkan pada upacara penutupan NUDC dan KDMI 2019 di Aula Garuda Mukti pada Kamis, (18/7/2019). Tarian tersebut berhasil memukau seluruh penonton. Pasalnya, tarian itu merupakan salah satu karya yang diciptakan sendiri oleh UKTK UNAIR dengan mengangkat cerita Prabu Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.

”Tarian itu menceritakan tentang bagaimana Prabu Airlangga membuat rakyatnya bersatu untuk membangun kerajaannya sehingga mencapai titik kejayaannya,” ujar Rafif Asyraf.

Ketua UKTK UNAIR itu mengaku ada kebanggaan tersendiri ketika dapat menampilkan hasil karya yang diciptakan sendiri di hadapan khalayak umum. Hal itu menjadi salah satu bagian bentuk pelestarian nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Teruma di wilayah Jawa Timur.

Mareng Airlangga bukanlah satu-satunya tarian yang diciptakan sendiri oleh UKTK UNAIR. Hampir setiap tahun selalu ada karya baru ciptaan UKTK. Seperti, Gincu dan Wuskara yang memiliki cerita tersendiri pada setiap tarian itu. 

Tari bernama Gincu bahkan pernah mendapatkan juara I pada Gebyar Festival Tari. Selanjutnya, Wuskara juga pernah menyandang juara harapan I pada Pekan Seni Mahasiswa Regional pada 2018.

Rafif menyatakan, menciptakan karya sendiri sudah menjadi hal yang rutin dilakukan oleh UKTK UNAIR. ”Sebenarnya ini adalah wadah eksplorasi diri anggota UKTK. Juga, mengasah kepekaan anggota terhadap tari dan karawitan,” ungkapnya.

Untuk melatih jiwa eksplorasi anggota, UKTK rutin menghadiri event seni. Hadir pada sebuah event seni juga dapat menjadi sarana eksplorasi gerak musik sekaligus mengapresiasi seni tersebut.

Bukan hanya itu, UKTK juga banyak mencetak prestasi pada berbagai ajang lomba regional hingga nasional. Sebagian dari prestasi itu, yakni Juara II Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) Jawa Timur pada 2014 lalu. Juga menjadi Juara I berturut-turut pada Lomba Tari Tradisional, National Folklore Festival di Universitas Indonesia pada 2015 dan 2017. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu