Abdi Desa FST Terapkan Konsep ‘Jika Aku Menjadi’

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Abdi Desa
TIM Abdi Desa BEM FST bersama adik-adik binaan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi bersama Amira Bilqis, Seribu Senyum, dan Inisiasi Zakat Indonesia (IZI) telah melaksanakan salah satu program unggulan pengabdian masyarakat yaitu Abdi Desa (Abdes) 2019. Program ini merupakan  periode kedua yang dilaksanakan di Desa Gumeng Kec. Godang Kab. Mojokerto, dimulai pada tanggal 15 hingga 20 juli 2019.

Inengah Ilham Muhammad, selaku ketua Abdes FST 2019, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berpegangan pada beberapa aspek, yaitu perekonomian, yang meliputi pertanian dan perikanan, dan pendidikan. Hal ini berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan kepada masyarakat setempat, tepatnya pada acara pembukaan tanggal 16 hingga 17 Maret 2019.

“Berdasarkan survei, masyarakat memiliki beberapa permasalahan dalam pekerjaan mereka seperti tanaman yang kurang subur, adanya virus dan hama, serta harga jual hasil pertanian yang kurang menguntungkan,” ungkapnya.

Dalam desa yang berpenduduk 146 kepala keluarga tersebut, lanjutnya, juga hanya terdapat satu sekolah yaitu Sekolah Dasar (SD) sehingga untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi terpaksa harus keluar desa. Hal tersebut juga merupakan permasalahan yang dialami masyarakat Desa Gumeng dikarenakan jarak yang harus ditempuh menuju perkotaan cukup jauh atau lebih dari 5 km sehingga biaya yang haruss dikeluarkan setiap harinya tidak sedikit.

Dalam rangka membatu mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Abdes 2019 ini memberikan penyuluhan berupa sosialisasi dan praktik dalam bidang pertanian dan perikanan. Pada bidang pertanian, masyarakat terutama ibu-ibu, diperkenalkan dengan beberapa teknik menanam, yaitu vertical planting (15/07/19) yang disampaikan oleh perwakilan dari Kelompok Studi Lingkungan (KSL) HMTL UNAIR dan hydroponic(18/07/19) yang disampaikan oleh perwakilan dari HIMBIO UNAIR.

“Sosialisasi pertanian ini juga mengundang perwakilan dari Seribu Senyum dengan pembicara Ir. Hendra Sedija Laksana yang menyampaikan cara membuat pupuk dengan bahan seadanya, cara menyuburkan tanah, dan sedikit tips hidup sehat,” jelasnya.

Sementara itu, pada bidang perikanan, panitia mengundang saudara Rizky Yanuar Ramadhan dari Fakultas Perikanan UNAIR angkatan 2015 sebagai pemateri yang menawarkan dan memperkenalkan kepada masyarakat Desa Gumeng budidaya ikan lele tanpa ribet sebagai peluang usaha sampingan sekaligus praktik pembuatan pakan lele alternatif untuk meminimalisasi pengeluaran (16/07/19).

Di sisi lain, dalam bidang pendidikan, panitia mengadakan kelas inspirasi, kelas cita-cita, dan praktikum sains kepada para siswa SDN Gumeng. Pada kelas inspirasi (16/07/19), para murid dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok 1 yang meliputi kelas 1, 2, 3 dan kelompok 2 yang meliputi kelas 5 dan 6.  Program Abdes tahun ini juga menghadirkan 10 orang volunteer untuk membantu berjalannya kegiatan dengan konsep “Jika Aku Menjadi”. Sehari sebelum perpulangan, panitia bekerjasama dengan pihak Amira Bilqis untuk membagikan beberapa sembako ke rumah-rumah penduduk desa. Dengan berdasarkan memprioritaskan yang lebih membutuhkan, yakni dalam segi materi dan fisik, kegiatan ini diharapkan dapat membantu segenap keluarga tersebut.

“Harapan diadakan Abdes untuk mahasiswa yaitu meningkatkan kepedulian sosial terutama kepada masyarakat dan yang terpenting dapat mengimplementasikan ilmu yang kita peroleh selama ini dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Tim Abdes BEM FST 2019

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu