Skor PELOD, Prediksi Gangguan Ginjal Akut Pada Anak Penderita Sakit Kritis Lebih Dini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Gangguan Ginjal Akut atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah masalah umum yang secara signifikan meningkatkan angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) penderitanya. AKI dapat menyerang siapa saja, terutama pasien yang sakit kritis, tak terkecuali anak-anak. 

Pasien yang mengalami sakit kritis memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya AKI. Hal tersebut secara umum terjadi dan sebagian besar penyebabnya berasal dari banyak faktor. Selain itu, AKI dapat berkembang menjadi gagal ginjal. Sehingga pasien AKI memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien non-AKI.

Maka dari itu, adanya gangguan pada ginjal perlu diketahui sedini mungkin sebelum menjadi lebih parah dan menyebar luas. Sehingga dapat dilakukan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Melalui penelitiannya, Dr. dr. Risky Vitria Prasetyo, Sp. A(K) memaparkan bahwa Skor Disfungsi Organ Logistik Anak atau Pediatric Logistic Organ Dysfunction (PELOD) dapat berkorelasi baik dengan kejadian AKI pada anak-anak yang mengalami sakit kritis. Skor PELOD merupakan alat ukur populer yang telah ada dan umum digunakan untuk penilaian disfungsi organ ketika masuk dalam ruang ICU. Namun, belum secara spesifik digunakan pada AKI.

“Sebenarnya skoring untuk deteksi dini AKI sendiri belum ada. Padahal, AKI harus segera ditangani sebelum semakin parah. Jadi kita coba teliti, data-data yang ada pada Skor PELOD kita hubungkan dengan AKI, ternyata dapat digunakan sebagai prediktor AKI pada anak yang sakit kritis,” jelasnya.

Melalui skor PELOD, AKI pada anak yang mengalami sakit kritis dapat diketahui secara dini. Meskipun begitu, skor PELOD tidak secara langsung mendiagnosis gejala-gejala yang ada pada pasien adalah AKI.

“Sebagai pendukung informasi yang disajikan skor PELOD, juga dilakukan monitoring urin pada pasien, fungsi ginjal juga akan diperiksa, lalu faktor-faktor yang terkait dengan fungsi ginjal seperti elektrolit dan asam basa dan juga harus dilakukan pengecekan laboratorium agar tidak ada kesalahan,” terangnya. 

Sebelumnya, upaya untuk mendeteksi AKI pada anak yang menderita sakit kritis dilakukan melalui pemeriksaan darah. Jika terjadi peningkatan konsentrasi kreatinin serum dan blood urea nitrogen (BUN) bersamaan dengan penurunan produksi urin artinya fungsi ginjal menurun.

Namun, ada kemungkinan peningkatan kreatinin dan BUN baru terjadi ketika AKI yang diderita pasien sudah menyerang lebih dari 50%. Sehingga kreatinin dan BUN merupakan prediktor yang sangat terlambat.

“Ternyata, kreatinin dan BUN baru meningkat secara bermakna kalau kerusakan di ginjal sudah 50% lebih. Jika sudah begitu, bisa dibilang kemungkinan untuk sembuh 50:50,” lanjutnya.

Jika dapat diketahui lebih dini, maka pasien dapat ditangani lebih cepat sehingga kerusakan pada ginjal tidak semakin meluas. Karena ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang regenerasinya lambat.

“Ginjal itu regenerasinya sangat lambat bahkan bisa dibilang tidak ada sistem regenerasinya. Jadi begitu luka susah untuk menyembuhkan,” tambahnya.

Lanjut Dr. Risky, dari hasil penelitian ini jika skor PELOD dipakai dengan benar dan seksama dalam skoring hingga evaluasi, AKI dapat diketahui lebih dini sehingga dapat ditangani lebih awal. (*)

Penulis : Erika Eight Novanty

Editor : Khefti Al Mawalia

Reference : Prasetyo RV, Saraswati PD, Kurniawan MR, Kushartono H, Soemyarso NA, Azis AL, Noer MS. 2016. The Use of PELOD Score in Predicting Acute Kidney Injury in Critically ill Children. J Nepal Paediatr Soc 36(2):165-169.

Link :

https://www.nepjol.info/index.php/JNPS/article/view/14624

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85008168849&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Prasetyo+R.V.%2c+Saraswati+P.D.%2c+Kurniawan+M.R.%2c+Kushartono+H.%2c+Soemyarso+N.A.%2c+Azis+A.L.%2c+Noer+M.S.&st2=&sid=174f0d5998a48619c60740379ada026a&sot=b&sdt=b&sl=103&s=ALL%28Prasetyo+R.V.%2c+Saraswati+P.D.%2c+Kurniawan+M.R.%2c+Kushartono+H.%2c+Soemyarso+N.A.%2c+Azis+A.L.%2c+Noer+M.S.%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu