Perjalanan Keliling Dunia Bersama Ibu

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SAMPUL Buku “Mom, Let’s Go” karya Tae Won Joon yang mengisahkan perjalanan bersama ibunya mengelilingi dunia selama 300 hari (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)
SAMPUL Buku “Mom, Let’s Go” karya Tae Won Joon yang mengisahkan perjalanan bersama ibunya mengelilingi dunia selama 300 hari (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)

Judul: Mom, Let’s Go (Diterjemahkan dari Mom, Let’s Hit The Road)

Penulis: Tae Won Joon

Penerbit: Qanita

Kota terbit: Bandung

Tahun Terbit: 2015

Tebal Buku: 408 halaman

ISBN: 978-602-1637-73-9

UNAIR NEWS – Buku perjalanan ini mempunyai kisah yang sangat unik. Penulis bernama Tae Won Joon, seorang pemuda 30 tahun asal kota Incheon Korea Selatan, mengajak ibunya yang sudah berusia 60 tahun untuk mengelilingi dunia.

Awalnya, penulis yang bekerja sebagai pegawai kantoran itu merasa iba terhadap ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai pengelola toko. Ia menganggap seluruh waktu ibunya dihabiskan untuk menjaga toko tersebut sembari membesarkan anak-anaknya.

Lewat rasa itu, pada sebuah malam istimewa, penulis ingin memberikan surprise dengan membuatkan ”kupon perjalanan keliling dunia”. Sang ibu langsung terharu dan menangis, meski sebenarnya itu adalah kupon hasil coretan tangan penulis atas jasanya menjaga toko selama puluhan tahun.

Dengan percaya diri, penulis bersama ibunya mulai melangkahkan kaki mengelilingi dunia. Perjalanan panjang selama 300 hari pun dimulai. Dari pelabuhan Incheon menuju berbagai negara di Asia.

Penulis merasakan bagaimana rasa haru biru ibunya ketika melangkahkan kaki keluar Korea Selatan, karena melihat sang ibu yang nampak polos dengan menenteng ransel merah di punggunggnya.

Tiba di Qingdao menjadi awal menyusuri Cina. Dengan biaya pas-pasan, penulis memilih menaiki kereta ekonomi menuju Beijing selama 14 jam. Selama perjalanan itu, Penulis mengisahkan suhunya dibawah nol derajat celsius, yang membuat ia dan ibunya merasakan kedinginan dari ujung kaki hingga kepala.

Di Beijing, mereka mengunjungi Tiantan Park (Temple of Heaven) di pusat Forbidden City. Mereka berjalan-jalan sampai ke Luoyang, masuk ke Gua Longmen. Tempat bersejarah yang konon dibuat selama 400 tahun masa dinasti Sui sampai dinasti Tang.

Penampakan ribuan patung raksasa terpampang megah di gua itu, termasuk patung budha setinggi 35 meter yang membuat ibunya seakan terus melongo memperhatikannya.

Selepas perjalanan itu, penulis bersama ibunya keluar Cina dan pergi menyusuri Asia Tenggara. Negara-negara tropis seperti Vietnam, Kamboja, Thailand, Laos, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei sampai Filipina, dilalui bersama dengan keterbatasan bahasa  “aaiiuuoo” ketika tidak menggunakan bahasa inggris.

Penulis mengingat bagaimana super ramahnya masyarakat Asia Tenggara menyambutnya. Baginya, Asia Tenggara adalah tempat yang aman dan nyaman ketika melakukan liburan bersama.

Tak sampai disitu, Penulis bersama ibunya melanjutkan perjalanan menuju Asia Selatan sampai ke Afrika.

Negara Srilangka menjadi destinasi yang tidak akan dilupakan keduanya. Mereka menjadi bintang tamu bak artis dadakan yang dielu-elukan penggemarnya. Tiap jengkal kaki di Kota Colombo, warga meminta foto sambil mengacungkan jempol. Bahkan, ada pedagang yang meminta tanda tangan di kardus sayur dagangannya.

Setelah di Srilangka, perjalanan dilanjutkan ke Mesir, Israel, dan Yordania. Di tiga negara ini penulis mengenang ketegangan yang luar biasa di perbatasan tiap negara. Penulis menyebut ada inspeksi yang kejam bagi pendatang ketika memasuki perbatasan.

Tapi, terlepas dari itu semua, sang penulis mengakui, perjalanan bersama ibunya adalah proses pendewasaan dalam kehidupan.

Keunggulan buku ini mempunyai ringkasan cerita berdasarkan road map perjalanan ketika mengelilingi dunia, yang akan memudahkan pembaca dalam mengimajinasi tiap perjalanan.

Emosi yang dihadirkan dari anak dan ibu juga menjadi pembeda buku ini dengan buku perjalanan lainnya. Saya sangat menyarankan News Reader untuk membacanya, karena perjalanan yang penuh derai tawa dan airmata antara anak dan ibu akan tersaji didalamnya, selamat membaca!

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu