Tim Hero dan Inovatifitas Produk

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh kompas com
Ilustrasi oleh kompas.com

Kinerja dan survival dari sebuah organisasi tergantung pada seberapa inovatifnya produk yang dihasilkan. Dengan kata lain, bila new product development (NPD) team hanya mengandalkan apa yang diyakini selama ini dan rutinitas yang dijalani sebelumnya, dapat dipastikan produk yang dihasilkan tidak akan inovatif. Jadi, kemampuan NPD team untuk melakukan unlearning – merubah keyakinan dan rutinitas untuk menyesuaikan dengan perubahan di lingkungan – akan menentukan seberapa berhasilnya organisasi dalam menghasilkan produk yang inovatif. Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan NPD team melakukan unlearning?

Berbeda dengan lainnya, dalam riset ini kami melihat dari komposisi individu yang terdapat dalam NPD team. Dihadapkan oleh perubahan lingkungan yang dinamis, tentu membuat anggota NPD team mengalami krisis dan kebingungan. Dengan anggota yang terdiri atas individu-individu yang selalu melihat sisi positif akan tantangan yang ada, diprediksikan NPD team akan mampu melakukan unlearning.

Modal Psikologis dan Tim HERO

Sejak awal 1990-an, ada gerakan baru di bidang psikologi yang mengedepankan pada sisi positif dari manusia. Salah satu pioneer dan tokohnya adalah Prof. Fred Luthans, yang mengajukan konsep psychological capital (PsyCap). PsyCap membahas tentang “siapa Anda”, dan berbeda dengan human capital (apa yang Anda tahu), social capital (siapa yang Anda kenal), dan financial capital (apa yang Anda punya). PsyCap sendiri didefinisikan sebagai keadaan perkembangan psikologis seseorang yang positif dan dikarakteristikkan sebagai HERO (hope – harapan, self-efficacy – kemampuan diri, resiliency – tahan banting, dan optimism – optimis).

Kami berargumentasi bahwa individu yang memiliki harapan akan memiliki motivasi yang tinggi dan tahu cara mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam konteks pengembangan produk baru, jika NPD team terdiri atas individu-individu yang hope-nya tinggi, dapat dipastikan mereka akan mampu melakukan unlearning sebagai cara untuk mengembangkan produk yang inovatif.

Kami juga berargumentasi, bahwa individu yang memiliki kemampuan diri tinggi akan berusaha mengeksekusi tugas yang diembankan sebaik mungkin, karena percaya akan kemampuannya. Untuk mengembangkan produk baru, NPD team dengan anggota-anggota yang self-efficacy-nya tinggi akan memobilisasi motivasi, pengetahuan, dan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang diembannya. Tentunya dalam hal ini mengembangkan produk yang inovatif.

Selanjutnya, individu yang memiliki resiliency tinggi akan melakukan proses-proses untuk beradaptasi melalui improvisasi-improvisasi dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian yang dihadapi. NPD team yang terdiri atas individu-individu dengan tahan banting tinggi, mereka akan merefleksikan alternative dan inisiatif yang perlu dilakukan dalam mengembangkan produk yang inovatif.

Yang terakhir, individu yang memiliki optimisme tinggi tidak hanya memiliki inner-drive tinggi, namun juga bagaimana menyikapi kondisi external agar tujuan yang akan dicapai secara realistis akan tercapai. Untuk mengembangkan produk baru yang inovatif, NPD team dengan optimisme yang tinggi akan tidak segan-segan melakukan unlearning agar produk yang dihasilkan inovatif.

Metode dan Hasil

Riset ini dilakukan pada 77 NPD team pada 3 science parks di Taiwan. Untuk menghindari common-method variance (CMV), riset ini mengundang macam responden untuk menjawab kuesioner yang didistribusikan: ketua dan anggota NPD team. 1 tim dijawab antara 2-4 anggota NPD team. Terdapat 60% NPD team yang berasal dari high-tech industry, sisanya dari low-tech industry. Terdapat 70% perusahaan yang memiliki usia 16 tahun dengan nilai penjualan lebih dari USD 250 juta. Terkait jumlah karyawan, 70% perusahaan yang disurvei memiliki pegawai kurang dari 2.000 orang. Untuk ketua NPD team, 80% lebih bekerja lebih dari 10 tahun dan terlibat dalam pengembangan lebih dari 5 produk baru.

Hasil analisis menunjukkan bahwa NPD team dengan komposisi anggota yang HERO mampu melakukan unlearning. Selanjutnya, tim yang berkarakteristik HERO berdampak positif pada produk inovatif yang dihasilkan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa unlearning memediasi secara parsial pengaruh tim HERO pada produk yang inovatif.

Hasil riset ini berimplikasi bahwa merekrut dan mengembangkan NPD team yang berkarakteristik HERO merupakan sebuah keniscayaan. Riset ini juga menunjukkan bahwa unlearning juga membutuhkan sedikit pressure (dalam bentuk strain) agar optimal. Selanjutnya, iklim NPD team yang menghargai perbedaan (baik latar belakang, ide, dan lainnya) akan memperkuat pengaruh positif PsyCap dan memperlemah pengaruh negatif dari strain terhadap unlearning.

Penulis: Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.worldscientific.com/doi/abs/10.1142/S1363919617500323

Badri Munir Sukoco and Les-Tien-Shang Lee (2017). The Effects of Psychological Capital and Team Strain on the Effectiveness of NPD Teams: The Moderating Role of Perceived Diversity Climate. International Journal of Innovation Management, 21(6): 1750032-1 – 1750032-30; https://doi.org/10.1142/S1363919617500323

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu