Berkenalan dengan Tiga Robot Karya Tim Astrai Mahasiswa UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(DARI kiri ke kanan) Alegro, Amuros dan Ashuro, ketiga jenis robot yang dikembangkan tim Astrai sejak 2007 lalu. (Foto: Istimewa)
(DARI kiri ke kanan) Alegro, Amuros dan Ashuro, ketiga jenis robot yang dikembangkan tim Astrai sejak 2007 lalu. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Airlangga Strike Team Robotic and Instrumentation (Astrai) tengah mengembangkan tiga jenis robot sejak awal terbentuk pada 2007. Tiga jenis robot tersebut adalah Alegro (Airlangga Legged Robot) yang merupakan robot pemadam api berkaki; Ashuro (Airlangga Seni Humanoid Robot) yakni, robot seni tari; dan robot sepak bola beroda bernama Amuros (Airlangga Mobile Robot Soccer).

Baru-baru ini, robot Amuros yang dikembangkan tim Astrai berlaga pada Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti). Tepatnya pada (20-23/6) lalu di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jawa Tengah.

”Kemarin kita ikut KRI Nasional, namun sayangnya hanya sampai babak penyisihan,” terang Farhan sebagai ketua tim Amuros.

Amuros sendiri merupakan robot yang dapat bermanuver serta dapat mendeteksi adanya bola. Terdiri atas satu robot kiper dan dua robot striker. Robot striker akan menggiring dan menendang bola ke arah gawang.

Bukan hanya Amuros, Alegro sebagai robot pertama yang dikembangkan tim Astrai juga pernah menyandang prestasi pada kejuaraan robot regional di Institus Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. Robot Alegro memiliki dua detektor untuk mendeteksi api sehingga dapat memadamkan api dengan memindai titik panas api.

”Alegro punya dua detektor, yakni cahaya dan api. Alegro ini sudah beberapa kali di-upgrade,“ tutur Chorihuddin seraya menunjukkan robot Alegro.

Sementara itu, Ashuro merupakan robot yang dikembangkan sejak 2009 dengan menerjemahkan suara musik menjadi gerak tarian. Hampir seperti manusia, Ashuro dapat menggerakan seluruh tubunya. ”Jadi, benar-benar seperti manusia sungguhan yang menari,” imbuh Chorihuddin.

TIM robotik UNAIR dari Prodi D3 Otomasi Sistem Instrumentasi saat mengikuti Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional di Jawa Tengah pada 20-23 Juni 2019 lalu. (Foto: Istimewa)
TIM robotik UNAIR dari Prodi D3 Otomasi Sistem Instrumentasi saat mengikuti Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional di Jawa Tengah pada 20-23 Juni 2019 lalu. (Foto: Istimewa)

Sejak terbentuk, tim Astrai mendapat dukungan dari UNAIR, terutama Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Bentuk dukungan tersebut berupa pendanaan untuk riset pengembangan robot serta sebuah ruangan sebagai laboratorium untuk pengembangan robot.

Dari hasil kompetisi pada Kontes Robot Indonesia (KRI) kemarin, tim Astrai mengaku mendapat banyak pelajaran berharga untuk mempersiapkan kompetisi robot berikutnya agar lebih baik. ”Tahun depan kita sudah mempersiapkan untuk juara. Karena, kita sudah sedikit banyak belajar. Kurangnya apa, mampunya di mana, sepertinya untuk KRI regional tahun depan kita bisa juara,” pungkas Farhan.

Diketahui Tim Astrai terdiri dari mahasiswa Program Studi D3 Otomasi Sistem Instrumentasi (OSI) Fakultas Vokasi UNAIR. Yang diketuai oleh Muhammad chorihuddin (2016) dan 14 anggota lainnya dari angkatan 2016 dan 2017.

Diketahui Tim Astrai terdiri dari mahasiswa Program Studi D3 Otomasi Sistem Instrumentasi (OSI) Fakultas Vokasi UNAIR. Yang diketuai oleh Muhammad chorihuddin (2016) dan 14 anggota lainnya dari angkatan 2016 dan 2017. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu