Bekerja di Era Milenial, Yang Terpenting Adalah Kemampuan Diri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
HERY Ratno (alumni FIB) pemateri workshop Entrepreneurial Career Planning Pembekalan Wisudawan UNAIR di ruang Kahuripan 300 kantor Manajemen Kampus C UNAIR pada Sabtu (8/7/2019). (Foto: Istimewa)
HERY Ratno (alumni FIB) pemateri workshop Entrepreneurial Career Planning Pembekalan Wisudawan UNAIR di ruang Kahuripan 300 kantor Manajemen Kampus C UNAIR pada Sabtu (8/7/2019). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setelah lulus dari perguruan tinggi, fresh graduate tidak memungkinkan berlomba-lomba mencari pekerjaan dengan tanpa dan minim pengalaman, bahkan mencoba menciptakan lapangan kerja. Tidak banyak dari mereka masih bingung untuk memulai bekerja serta beradaptasi dengan dunia kerja.

Karena itu, Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga mengadakan workshop Entrepreneurial Career Planning Pembekalan Wisudawan UNAIR pada Senin (8/7/2019) di Ruang Kahuripan 300, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR. Menggandeng para alumni UNAIR, program kegiatan tersebut berjalan selama satu tahun dengan empat kali agenda setiap bulannya.

Pada kegiatan kali ini, PPKK berkesempatan menggandeng Hery Ratno, Managing Trainer WEST Learning and Development, yang juga alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR. Dalam kesempatan itu, Hery beranggapan bahwa faktor dalam bekerja di era milenial itu yang paling penting itu adalah kemampuan diri.

”Dalam dunia kerja, faktor yang lebih penting adalah kemampuan dalam berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan masalah, mengenali emosi dalam diri, dan mampu bangkit manakala depresi” ujar alumnus sastra Inggris tersebut.

Bagi Hery, terkait dengan profesi, hal terpenting yang harus dikembangkan adalah kemampuan kecerdasan sosial. Selain itu, dalam bekerja, yang turut berpengaruh adalah kecerdasan emosional. Seseorang dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan sangat baik.

Hery juga menjelaskan hal-hal terkait faktor individu yang bakal dinilai perusahaan. Termasuk sejumlah faktor yang harus dikembangkan dan diperhatikan oleh para pekerja. Faktor-faktor tersebut adalah pengetahuan, skill, dan core believe.  Menurut dia, pelamar harus bisa mengetahui dan memiliki pengetahuan cukup tentang perusahaan yang akan dituju.

”Ketahui perusahaan yang akan dilamar. Jika tidak, jangan melamar di perusahaan itu,” terangnya.

Bagi Hery, skill ada dua. Yaitu, skill teknis dan skill interaksi. Skill interaksi dicontohkan dengan menjalin relasi. Untuk core believe atau keyakinan, bagi dia, harus dapat menyesuaikan dengan pekerjaan yang diinginkan.

Core believe bisa saja keyakinan kewaspadaan atau kehati-hatian, maka untuk melamar di bank hindari saja. Karena, Anda cocok bekerja secara mandiri,” katanya.

Dengan begitu, diharapkan para mahasiswa dan fresh graduate dapat menyiapkan diri sejak awal dan memperbaiki sikap dan sifat yang buruk. Selain itu, dapat menjadikan lulusan UNAIR yang bermanfaat dalam dunia kerja. (*)

Penulis: Asthesia Dhea Cantika

Editor : Feri Fenoria Rifa’i

This post is also available in: English

Berita Terkait

Feri Fenoria Rifai

Feri Fenoria Rifai

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu