Aktif Magang dan Jadi Asisten Dosen, Risma Lulus Jadi Wisudawan Terbaik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Risma Diana mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menuntaskan studinya dengan prestasi yang membanggakan. (Ilustrasi: Feri Fenoria)

UNAIR NEWS – Risma Diana, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menuntaskan studinya dengan prestasi yang membanggakan. Bagaimana tidak. Ia berhasil lulus setelah menempuh pendidikan S1 Kedokteran Hewan dengan perolehan IPK sebesar 3,84.

Dalam menyelesaikan studi, Risma menulis skripsi yang berjudul “The Effect of Katuk (Sauropus androgynus) Leaf Extract Gel on Angiogenesis of White Rat (Rattus norvegicus) Deep Partial Thickness Skin Burns Healing”. Tema yang diusung dalam penelitian itu adalah patologi dan pengobatan luka bakar pada kulit.

Dalam dunia medis, perkembangan pengobatan luka bakar masih menjadi tantangan tersendiri. Tak hanya pada manusia, kasus luka bakar juga menjadi ancaman untuk hewan-hewan yang hidup dekat dengan manusia. Risma kemudian mencoba meneliti penyembuhan luka bakar yang diterapi dengan gel ekstrak daun katuk dari sisi angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru yang mempengaruhi penyembuhan luka).

Selama menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa, Risma tak hanya menimba ilmu di dalam kelas. Ia mencari banyak pengalaman, khususnya terkait profesi sebagai seorang dokter hewan. Berbagai kegiatan mulai dari menjadi asisten dosen, magang di peternakan hewan, hingga menjadi asisten laboratorium sukses dilakoninya.

“Menurut saya, pengalaman selama magang itu sangat berharga dan menarik. Kita bisa meningkatkan skill dan mengaplikasikan teori-teori yang kita dapatkan selama kuliah,” tuturnya.

Tak hanya fokus meningkatkan skill melalui magang, Risma juga senang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Menurutnya, selain mengasah kemampuan diri, ia juga perlu melatih dirinya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Ia berharap semua pengalaman itu bisa menjadikannya seorang manusia yang bermanfaat untuk sesama.

Selama menjalani studi, Risma mengaku sempat menemui beberapa hambatan. Salah satu hambatan yang ia temui adalah kendala finansial. Beruntungnya, Risma berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

“Saya bersyukur selama kuliah bisa mendapat beasiswa Bidikmisi. Jadi saya selalu mencoba untuk mengatur keuangan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan studi S1 di Fakultas Kedokteran Hewan, Risma akan segera disibukkan dengan berbagai kegiatan di studi profesi. Tak lupa, ia menyampaikan pesan untuk teman-teman mahasiswa yang masih berjuang di bangku perkuliahan.

“Untuk teman-teman, tetap semangat dan selalu lakukan yang terbaik,” pungkasnya. (suk/bin)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu