Libur Semester? Nikmati Senja di Pulau Gili Noko Bawean Bisa Jadi Pilihan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MENDAYUNG Perahu, Nelayan sedang kembali menuju Gili Noko (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)
MENDAYUNG Perahu, Nelayan sedang kembali menuju Gili Noko (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)

UNAIR NEWS Bagi kamu yang suka ke pantai, momen ketika senja adalah saat yang tepat untuk diabadikan. ada berbagai semburat warna seperti jingga, coklat, hitam, hingga ungu. Semua menyatu di langit sore yang indah menjelang malam.

Sebenarnya ada banyak sekali tempat yang menyediakan keindahan “siluet senja” di Indonesia, salah satunya adalah Pulau Gili-Noko. Sebuah pulau kecil yang terletak di tengah Laut Jawa, tepatnya sekitar 5 kilometer dari Pulau Bawean.

Pulau Gili-Noko jika dilihat, merupakan dua pulau yang berbeda. Pulau Gili adalah pulau yang dihuni manusia, sedangkan Pulau Noko adalah pulau yang belum dihuni. Keduanya saling berdekatan sehingga disebut sebagai Pulau Gili-Noko.

KEINDAHAN Senja dengan Baground Pulau Bawean di Dermaga Pulau Gili Noko (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)
KEINDAHAN Senja dengan Baground Pulau Bawean di Dermaga Pulau Gili Noko (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)

Pulau itu memiliki keunikan. Yakni, ketika air laut surut, dataran di tengahnya akan mulai terlihat. Keduanya terlihat menyatu dan seolah membuat jembatan yang menghubungkan antara keduanya. 

Kalau ingin mendapat suasana yang pas ketika menikmati senja, kamu bisa datang pukul lima sore. Sebab, itu adalah waktu yang tepat untuk menikmati sunset di Pulau Gili-Noko. Kumpulan awan dengan background Pulau Bawean akan tampak jelas dengan jatuhnya matahari yang perlahan tenggelam.

Kita bisa mengabadikan momen dengan kamera atau sekadar bersantai dengan mata telanjang. Dijamin, kita akan mendapat sajian panorama yang sangat indah. Sebab, kita bebas melihat pemandangan senja laut yang luas, tanpa ada halangan, karena letaknya di tengah Laut Jawa.

Nah, untuk traveler’s yang tertarik untuk ke sana, aksesnya cukup murah dan mudah. Bisa dijangkau dengan transportasi laut maupun udara.

Kalau dari udara, kita bisa naik pesawat perintis dari Bandara Djuanda menuju Bandara Bawean. Harga tiketnya 200 hingga 300 ribuan.

Kalau naik kapal, lebih murah lagi. Dari Pelabuhan Gresik, kita bisa naik kapal Feri menuju Pelabuhan di Sangkapura dengan tiket antara 70 hingga 150 ribu.

Setelah sampai, kita selanjutnya dapat naik angkutan umum dengan membayar sekitar 5 ribu rupiah. Kemudian, kita menyeberang dengan perahu nelayan dari Sidogentung Batu menuju Pulau Gili Noko dengan biaya sama, yakni 5 ribu rupiah.

Dengan budget yang sangat miring itu, kita dapat menikmati keindahan siluet senja Pulau Gili Noko secara puas. Bisa dengan duduk, berdiri, atau tidur di Dermaga Pulau Gili-Noko.

Beberapa mahasiswa UNAIR sudah pernah liburan di sana. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengunjunginya di liburan semester ini?

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Feri Fenoria

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu