Mahasiswa Kimia FST UNAIR Raih Best Paper Konferensi di China

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Novia Faridatus Sholihah

UNAIR NEWS – Departemen Kimia, Fakultas Sains da Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mendelegasikan mahasiswa terbaiknya pada konferensi internasional bertajuk “Asia Young Scholar Summit”. Mahasiswa tersebut adalah Novia Faridatus Sholihah. Tidak hanya menjadi peserta, Novia juga berkesempatan untuk menjadi pembicara dan mempresentasikan hasil papernya di Universitas Tianjin, China.

Novia Faridatus Sholihah atau yang biasa dipanggil Nova berhasil meraih penghargaan sebagai best paper dalam konferensi tersebut. Paper yang dia presentasikan berjudul Development of Folic Acid Based-Carbon Nanodots for Sypnotical Staining Agent of Hela Tumor Cell.

“Paper yang saya bawa merupakan hasil mini riset yang saya lakukan ketika skripsi,” ucap mahasiswa yang aktif dalam kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang digagas oleh Kemenristek Dikti tersebut.

Dalam penelitian yang dilakukan, Nova menganalisis kemampuan asam folat sebagai bahan dasar pembuatan carbon nanodots sebagai kandidat bioimaging agent pada sel kanker.

“Hasil data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa dari hasil uji karakterisasi serta uji in vitro yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa situs asam folat pada carbon nanodots dari metode pirolisis dapat memfasilitasi penyerapan asam folat intraseluler melalui endositosis yang dimediasi oleh reseptor. Sehingga, dapat diaplikasikan sebagai kandidat bioimaging agent,” jelas Nova.

Prestasi yang diraih Nova tak lepas dari bimbingan dosen FST UNAIR. Terdapat dua dosen pembimbing yang membantu Nova dalam menyelesaikan penelitiannya, yakni Mochamad Zakki Fahmi, S.Si, M.Si, Ph.D dan Satya Candra Wibawa Sakti, M.Sc.,Ph.D.

Novia Faridatus Sholihah (dua dari kanan) saat meraih penghargaan sebagai best paper dalam konferensi bertajuk “Asia Young Scholar Summit” di Universitas Tianjin, China. (Dok. Pribadi)

Meskipun begitu, perjuangan Nova untuk bisa menjadi best paper dalam konferensi internasional tersebut tidaklah mudah. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh program skripsi, salah satu masalah yang harus ia atasi adalah terkait dengan pendanaan serta pembagian waktu untuk melaksanakan riset mengingat padatnya kegiatan yang diikuti.

Mendapatkan penghargaan sebagai best paper merupakan hal yang sangat berkesan untuk Nova. Terlebih ketika dirinya termasuk salah satu dari tiga peraih best paper yang berhasil melawan 32 delegasi dari beberapa universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). (*)

Penulis: Humas FST

Editor: Binti Q. Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu