Mudik Adalah Tentang Ajang Silaturahmi, Bukan Sekadar Pamer Rezeki

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
BERSALAMAN seusai melakukan sholat Idul Fitri menjadi salah satu tradisi yang khan saat Lebaran. (Foto: halojogja.com)
BERSALAMAN seusai melakukan sholat Idul Fitri menjadi salah satu tradisi yang khan saat Lebaran. (Foto: halojogja.com)

UNAIR NEWS – Mudik ialah salah satu tradisi unik di Indonesia ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri. Itu umum dilakukan oleh para kaum urban yang mencari peruntungannya di kota-kota besar. Fenomena mudik sendiri merupakan momentum bagi para perantau untuk dapat kembai ke kampung halaman, bertemu, dan berkumpul dengan sanak saudara.

Tradisi mudik sendiri muncul sebagai akibat dari proses urbanisasi di Indonesia. Mereka yang berasal dari desa berbondong-bondong mencari pekerjaan di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya dengan harapan akan mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan.

Akibatnya, banyak penduduk yang berasal dari luar kota-kota besar tersebut yang tinggal dan menetap di tanah rantau. Yang kemudian, momen Lebaran dimanfaatkan untuk pulang dan bertemu bersama keluarga.  Itulah yang dikatakan oleh dosen pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum.,

”Fenomena mudik menjadi booming, sejak kota Jakarta menjadi orientasi (untuk kebutuhan ekonomi, Red) dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Dan, ketika kota-kota di Indonesia itu semakin banyak yang berkembang dengan baik, menjadikan fenomena mudik itu semkain gegap gempita,” jelasnya saat diwawancarai oleh tim UNAIR NEWS.

Menyaksikan fenomena mudik, kita dapat melihat bagaimana padatnya berbagai tempat pemberangkatan transportasi umum baik darat, udara, maupun laut. Hal tersebut menunjukkan bahwa mudik merupakan salah satu agenda tahunan masyarakat yang tinggal di kota besar. Karena itu, kebutuhan akan berbagai infrastruktur mutlak diperlukan untuk menjamin keselamatan serta keamanan dari pemudik itu sendiri.

”Pada kondisi yang terkini, mudik membutuhkan berbagai infrastruktur, terutama transportasi. Sehingga dalam kegiatan mudik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah,” ungkap Dr. Purnawan.

Banyak hal unik dapat terjadi selama proses mudik menuju kampung halaman. Dan, bagi mereka yang telah melakukan mudik dapat menjadi pemasok energi baru setelah kembali ke kota rantau. Diharapkan masyarakat dapat memaknai mudik sebagai ajang untuk bersilaturahmi. Bukan hanya untuk sekadar memamerkan hasil yang didapat selama merantau. (*)

Penulis: Firman Wijaya

Editor: Feri Fenoria Rifai

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu