Perjuangkan Nasib 500 KPPS Indonesia, BEM SI Jatim Gelar Aksi Damai

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Jawa Timur (BEM SI JATIM) saat melakukan aksi damai pada Senin (20/5/2019). (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Puluhan mahasiswa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Jawa Timur (BEM SI JATIM) melakukan Seruan Aksi Damai : Semangat Persatuan demi Demokrasi Ideal pada Selasa (21/5/2019). Tercatat sekitar 80 mahasiswa melakukan aksi damai tersebut di kompleks makam dr. Soetomo dan Tugu Pahlawan depan Kantor Gubernur Jawa Timur.

Ketua BEM UNAIR Agung Tri Putra mengungkapkan latar belakang diadakannya aksi damai itu ialah untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Senin (20/5/2019) kemarin. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dilakukan dengan melakukan penyekaran ke makam dr. Sutomo.

“Damai artinya tidak mengganggu ketertiban umum, membawa narasi yang positif, membangun Indonesia kedepan dan bukan bertujuan untuk memecah belah bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Agung itu menyampaikan bahwa setelah melakukan penyekaran, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan aksi damai yang dilakukan dengan dua sesi. Pertama, long march dari makam dr. Sutomo hingga ke depan Kantor Gubernur Jawa Timur.

Kedua, mimbar bebas dengan menyampaikan orasi persatuan bangsa yang berkenaan dengan solidaritas atas kematian 500 KPPS di Indonesia. “Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan persatuan Indonesia dan aksi damai solidaritas atas kematian 500 lebih KPPS selama pemilu berlangsung,” jelasnya.

Agung berharap, setelah melakukan aksi damai tersebut Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik. Disamping itu, hak-hak dari KPPS yang meninggal juga dapat segera terpenuhi.

“Saya harap negara mengusut tuntas penyebab kematian yang belum jelas serta pemberian kompensasi bagi keluarga korban,” tegasnya.

Lanjut Agung, ia berpesan kepada para mahasiswa agar selalu siap menjadi garda terdepan dalam pergerakan. Mahasiswa harus mengawal negeri dan memberikan yang terbaik bagi kehidupan bangsa kedepannya.

“Kebangkitan nasional bukan melulu mengenai politik, tapi mengenai Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)

 

Penulis : Sandi Prabowo

Editor : Khefti Al Mawalia

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu