Respons Arus Hijrah Masa Kini, SKI FIB Gelar Bedah Buku ‘Hijrah Milenials’

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Bedah buku “Hijrah Milenials” oleh alumnus Ilmu Sejarah Teguh Imami, S.Hum. (Foto: Shofy)

UNAIR NEWS – Maraknya hijrah di kalangan kaum muda masa kini seakan menjadi fenomena tersendiri bagi dunia Islam di Indonesia. Menanggapi hal itu, Sentra Kerohanian Islam (SKI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar bedah buku “Hijrah Milenial’s” yang merupakan hasil karya dari alumnus Ilmu Sejarah FIB UNAIR Teguh Imami, S.Hum.

Kegiatan yang merupakan rangkaian acara Ramadan Di Fakultas (RDF) FIB UNAIR tersebut digelar di gedung student centre FIB UNAIR pada Rabu (15/5/2019).

Sebagai seorang jurnalis di suaramuslim.net, Teguh yang kerap turun ke lapangan sering menjumpai berbagai geliat hijrah yang muncul. Dia menyebutkan, ada empat fenomena hijrah masa kini yang membuatnya tergerak untuk menulis buku.

Pertama, hijrahnya para artis. Kedua, banyaknya muda-mudi atau generasi milenial yang berhijrah. Ketiga, lahirnya berbagai komunitas hijrah. Dan terakhir, maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa hijrah.

Di kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta, fenomena hijrah di kalangan kaum muda semakin menggila. Hal ini terlihat dari beberapa event yang bernuansa hijrah sangat ramai peminatnya sehingga kerap kehabisan tiket.

“Sebenarnya fenomena hijrah seperti ini tidak muncul dua-tiga tahun belakangan saja, tetapi sudah sajak tahun 1971, saat Orde Baru menyatukan partai politik Islam dan membatasi kegiatan Islam politik,” ujar Teguh.

“Hal ini justru menjadi nilai tersendiri bagi umat. Meski tertekan, tapi posisi kaum santri semakin kuat di tatanan akar rumput,” lanjut mantan Sekjen Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) UNAIR itu.

Penyerahan cenderamata oleh Ketua SKI FIB kepada penulis buku “Hijrah Milenials” Teguh Imami (kanan). (Foto: Shofy)

Dalam perkembangan Islam di Indonesia, Teguh menyebutkan bahwa fenomena hijrah milenial terbagi dalam tiga fase. Pertama, kebangkitan keagamaan segmentatif. Kedua, kebangkitan keagamaan pada wilayah publik. Dan ketiga, kebangkitan agama pada wilayah budaya pop dan merambah populisme massa.

“Sebenarnya buku ini saya tulis untuk memantik saja. Ke depan, Islam pasti akan semakin berkembang. Meskipun hari ini ditindas, itu hanya masalah waktu,” ujarnya.

“Beberapa tahun lagi Islam pasti akan sampai pada kejayaannya. Apalagi dengan kader-kader milenial yang luar biasa seperti ini,” tutup teguh. (*)

Penulis : Shofiyyatul Mahrushah

Editor : Binti Quryatul Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu