Majelis Rektor Perguruan Tinggi Surabaya-Madura: Harkitnas Momen Persatuan dan Kebangkitan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR Prof. Nasih saat memberikan keterangan pers mewakili Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). (Foto: Feri Fenoria)
Rektor UNAIR Prof. Nasih saat memberikan keterangan pers mewakili Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). (Foto: Feri Fenoria)

UNAIR NEWS – Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) memberikan pernyataan terkait momen hari Kebangkitan Nasional 2019. Tidak hanya itu, dihadapan puluhan awak media, Majelis Rektor PT se-Surabaya dan Madura yang dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Moch. Nasih itu juga menyinggung berbagai pernyataan seputar isu politik yang hangat diperbincangkan.

Bertempat di Aula Amerta Kampus C UNAIR pada Senin (20/5/2019), dihadapan awak media Prof. Nasih menyampaikan bahwa berkenaan dengan momen 111 tahun Hari Kebangkitan Nasional, pihak Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) berkomitmen untuk menjaga kedamaian, kebersamaan, kesatuan dan persatuan diantara sesama warga bangsa dengan TIDAK melakukan tindakan yang berpotensi memecah-belah dan mengadu domba.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berkomitmen agar publik tidak membuat dan atau menyebarkan berita bohong dan fitnah, tidak mengganggu ketertiban umum, tidak memaksakan kehendak (anarkis), serta tidak memprovokasi dan terprovokasi.

“Mari kita bisa menyelesaikan setiap persoalan, permasalahan, dan atau perselisihan yang terjadi dengan jalan musyarawah yang didasari oleh nilai-nilai kebajikan, kebijakan, obyektivitas, dan rasionalitas, serta kemaslahatan masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Apabila jalan musyawarah tidak mungkin dilakukan, imbuhnya, maka hendaknya digunakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak menggunakan cara-cara yang inkonstitusional. Selain itu, secara berkelanjutan dan bersama-sama, pihaknya mengajak agar semua berjuang dan berusaha keras dan cerdas untuk mengembangkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan inovasi dan teknologi serta membangun peradaban.

“Hal itu semua tentu untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berketuhanan, berperikemanusiaan, beradab, bersatu, berdaulat, aman, damai, sentosa, maju, sejahtera, adil dan makmur yang sejajar dengan negara-negara maju di dunia,” imbuhnya.

Mengenai suhu politik yang sedang anget-angetnya, Prof. Nasih mengimbau sebagai warga bangsa semua pihak harus bisa menjaga dan mendorong agar terciptanya iklim dan suhu politik yang baik. Hal itu tentu menjadi tujuan  bersama untuk tetap bersatu dan membangun Indonesia.

“Apapun pilihan yang telah kita tentukan, mari kita tetap bersatu padu untuk bersama-sama bangkit demi menyusul ketertinggalan Indonesia dengan bangsa-bangsa maju di dunia,” pungkas.

Dalam acara itu, tercatat dihadiri oleh 20 perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).

Penulis: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu