Gelar ”NgabubuRead”, L-MMove Ajak Millenial Komitmen Bumikan Literasi di Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TOKOH literasi Jawa Timur yang hadir pada kegiatan Ngabuburead, (dari kiri ke kanan) Handoko aktivis Story Telling Surabaya, Yusron Aminulloh Founder MEP Training Center, Fikri Fitrananda A.MD Founder L-MMove, Kartono Founder TBM Kawan Kami dan Dr. Umar Solahudin M.Sos dari Akademisi UWKS Surabaya. (Foto: Istimewa)
TOKOH literasi Jawa Timur yang hadir pada kegiatan Ngabuburead, (dari kiri ke kanan) Handoko aktivis Story Telling Surabaya, Yusron Aminulloh Founder MEP Training Center, Fikri Fitrananda A.MD Founder L-MMove, Kartono Founder TBM Kawan Kami dan Dr. Umar Solahudin M.Sos dari Akademisi UWKS Surabaya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Aktivis literasi yang tergabung dalam komunitas Literate Millenial Movement (L-MMove) mengadakan serangkaian kegiatan sosial berbasis intelektual bertajuk NgabubuRead. Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (12/5/2019) di Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin, Sidoarjo, dengan mengusung tema Moco Kahanan. Melalui kegiatan tersebut, L-MMove mengajak masyarakat, terutama kaum millenial, untuk gencar membaca agar tidak terjerumus berita bohong.

”Moco Kahanan sendiri berarti Membaca Kehidupan, melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat bisa membaca fenomena dalam kehidupan agar tidak terjerumus dalam hoax,” ujar Lutvi Aldian Syah selaku ketua pelaksana.

Acara dibuka dengan penyerahan sumbangan buku islami secara simbolis dari perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur kepada Ketua Ta’mir Masjid Joglo. Acara tersebut juga dihadiri Drs. Sudjono MM. selaku kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur.

Menariknya, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, organisasi mahasiswa, serta komunitas literasi. Di antaranya, Himpunan Mahasiswa (Hima) D3 Perpustakaan UNAIR, Himpunan Mahasiswa Informasi dan Perpustakaan UNAIR, Hima Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma, Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI), dan Forum Taman Baca Masyarakat (TBM). Peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama anak-anak.

Dalam acara tersebut, L-MMove berkesempatan memberikan piagam penghargaan kepada aktivis literasi Surabaya. Yakni, Yusron Aminulloh selaku Founder MEP Training Center dan Handoko, aktivis Story Telling Surabaya.

Lutvi berharap pemberian penghargaan tersebut dapat memicu semangat berliterasi maysarakat. ”Ke depan, kami terus membangun jejaring antar individu maupun lintas komunitas untuk merealisasikan komitmen bersama tentang gerakan literasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Achmad Fikri Fitrananda selaku Founder L-MMove menuturkan bahwa penyelenggaraan acara NgabubuRead itu merupakan bentuk kepedulian para aktivis literasi dalam menumbuhkan budaya baca di kalangan masyarakat. ”Acara ini juga sebagai bagian dari pembelajaran kita bersama, bahwa literasi jangan di-simplifikasi (sederhanakan, Red) sebatas membaca dan menulis di atas kertas,” tuturnya.

Fikri menambahkan, perlawanan yang paling dasar adalah memerangi kebodohan dan pembodohan. ”Lawanlah dengan membaca! Apapun perlu dibaca, fenomena maupun wacana,” tuturnya mengutip kalimat Soesilo Toer. (*)

 

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu