Kiat Puasa Sehat Ala Ahli Gizi FKM UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Trias Mahmudiono S.KM., M.PH (Nutr.)., GCAS., Ph.D, ahli gizi FKM UNAIR (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim disetiap tahunnya. Meski diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh, namun limpahan berkah yang diturunkan di bulan tersebut membuat umat muslim semakin bersemangat berlomba-lomba dalam kebaikan.

Menurut Trias Mahmudiono S.KM., M.PH (Nutr.)., GCAS., Ph.D, ahli gizi fakultas kesehatan masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), bagi orang sehat, puasa dapat dilakukan dengan memperhatikan kecukupan gizi dan hidrasi. Sehingga hal itu tidak akan memberikan dampak yang buruk. Menurut hasil penelitian, puasa dapat menurunkan berat badan hingga rata-rata 1,2 kg dan memperbaiki profil lemak dengan cara meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol buruk (LDL).

“Agar kebutuhan gizi seseorang tetap terpenuhi meski sedang berpuasa maka perlu untuk memperhatikan asupan makanan. Dimulai dari saat berbuka hingga makan sahur,” ucap dosen yang akrab disapa Trias tersebut.

Menu Berbuka & Sahur

Ketika masuk waktu buka puasa, Trias menganjurkan untuk menyegerakan minum air mineral dan meningkatkan kadar gula tubuh dengan mengonsumsi buah kurma sebagaimana sunnah nabi. Kurma memiliki kandungan glukosa dan fruktosa yang merupakan sumber energi untuk tubuh. Ia juga memiliki serat pangan dan sumber zat gizi mikro seperti potassium.

“Jika tidak ada kurma maka bisa diganti dengan buah yang berair seperti semangka, melon atau papaya. Selain itu, menyegerakan berbuka dengan makan sup seperti puree atau sop berkuah juga baik,” pungkasnya.

Kemudian setelah sholat magrib hendaknya mengkonsumsi makanan yang memiliki serat pangan seperti sayur dan buah, nasi atau whole wheat bread. Sementara sebelum dan sesudah sholat tarawih hendaknya tetap menambah konsumsi air minum untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa.

“Begitu pula saat sahur, sebaiknya memakan makanan yang tinggi serat dan karbohidrat kompleks. Caranya usahakan selalu mengonsumsi sayur dan buah saat sahur. Hal ini penting untuk memperlambat rasa lapar saat puasa di siang harinya,” jelasnya.

Secara umum, ketika berbuka dan sahur, tetap mengikuti anjuran makanan gizi seimbang seperti yang ada di “Isi Piringku”. Pada setiap porsinya, hendaknya makanan diisi dengan setengah sayur dan buah dan setengah lainnya berisi makanan pokok dan lauk.

“Rasulullah sudah memberikan gambaran bahwa perut kita isi 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara. Rule of thumb ini cocok dipakai agar kita tidak sebah setelah berbuka puasa,” ujar Trias.

Makanan asin dan gorengan menjadi menu yang perlu untuk dihindari karena natrium bisa membuat dehidrasi. Jika terjadi over eating saat berbuka dengan gorengan atau makanan berlemak tanpa diimbangi dengan serat dan minum yang cukup dapat meningkatkan berat badan saat puasa.

Trias berharap, semoga dengan berpuasa di bulan suci Ramadhan kita dapat mensyukuri nikmat kesehatan yang kita miliki. Selain itu juga bisa semakin berempati dengan saudara-saudara yang mungkin jauh kekurangan dari sisi ekonomi dan asupan gizinya.

“Semoga bukan hanya acara buka puasa bersama yang marak di Ramadhan tahun ini. Namun juga gerakan untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia melalui zakat dan pemenuhan makanan bagi masyarakat kurang mampu. Balita dan lansia menjadi semakin baik karena kita ikut merasakan beratnya latihan menahan haus dan lapar selama satu bulan penuh,” pungkas Trias.

 

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu