Pendidikan Merupakan Rupiah Kehidupan Sesungguhnya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok, mahasiswa peraih beasiswa bidikmisi 2016. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS –  Memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh tepat pada 2 Mei. Alangkah baiknya sebagai bangsa Indonesia, kita sama-sama menyelami kembali secara harfiah arti pendidikan. Arti pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, serta melakukan upaya pendidikan.

Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok merupakan salah satu mahasiswa yang menyadari betapa pentingnya makna sebuah pendidikan. Sebagai seorang mahasiswa, Moh. Wahyu percaya pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengembangkan potensi diri.

Mahasiswa S1 Fisika angkatan 2016 UNAIR tersebut dikenal berkat prestasi menulisnya yang begitu membanggakan. Sejumlah prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional telah berhasil ia taklukan.

“Menulis bagi saya adalah bekerja untuk keabadian,” kata Moh. Wahyu

Beberapa prestasi menggembirakan tersebut, meliputi Kategori Paling Inspiratif tingkat Nasional dalam Sayembara Kepenulisan “Spirit Ekoliterasi Pelajar Muslim” tahun 2016, menjadi Finalis Semarak Essay Nasional 2017, Juara 1 Lomba Esai Kamakarya tingkat Nasional tahun 2018, Finalis Lomba Cipta Puisi Asean 2 tahun 2018, Juara 1 Olimpiade Karya Tulis Ilmiah dan Simposium Internasional 2018, meraih Silver Award International Invention and Innovative Competition 2018, dan puluhan prestasi menulis lainnya.

Lelaki yang kerap disapa Wahyu itu juga telah menerbitkan 7 buku dan 50 buku antologi. Rupanya buah karya Wahyu banyak diminati beberapa publisher. Selain itu, Wahyu mengaku aktif di berbagai organisasi lingkup fakultas, universitas, dan luar kampus. Ia mengatakan tidak ingin membuang kesempatan untuk berkarya. Selagi kegiatan tersebut bermanfaat maka Wahyu tak segan untuk mengikutinya.

Namun siapa sangka, dibalik prestasinya itu Wahyu adalah mahasiswa peraih bidikmisi nasional tahun 2016. Wahyu lahir dari keluarga yang memiliki keterbatasan finansial. Hal tersebut menjadi kendala Wahyu dalam mencukupi kebutuhan hidup. Jatah bidikmisi yang mepet dan sering kali tidak tepat waktu mengharuskan Wahyu untuk mencari kerja sampingan.

Wahyu tak putus semangat, ia memanfaatkan bakat menulisnya untuk bekerja. Wahyu mengirim berbagai naskah artikel di media ternama, termasuk salah satunya adalah media UNAIR NEWS. Uang dari jerih payah menulis dikatakan Wahyu sedikit membantu kebutuhan hidup semasa ia menjalani perkuliahan.

“Saya bekerja melalui tinta, selain untuk menebar kebaikan. Hal itu bisa saya jadikan kerja sampingan memenuhi kebutuhan hidup,” ujar lelaki 21 tahun itu.

Momentum Hardiknas tahun ini dirasakan Wahyu sebagai momentum untuk menengok perjuangan yang sudah ia lakukan. Ia menuturkan sangat berterimakasih kepada UNAIR karena telah memberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di salah satu kampus terbaik di Indonesia. Wahyu hanya berpesan supaya sinergitas antar kampus dan mahasiswa dapat terjalin untuk mencapai segala tujuan yang diharapkan. (*)

 

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu