Anif Faricha Mantika, mahasiswi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tahun 2016. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Anif Faricha Mantika, mahasiswi Ilmu Politik tahun 2016 ini bersyukur lantaran cita-citanya untuk mengenyam pendidikan tinggi dapat terwujud. Berkat beasiswa Bidikmisi yang diterimanya, kini Anif membuktikan kesungguhan belajarnya dengan berbagai capaian prestasi.

Gadis kelahiran Malang itu mengaku sempat mengalami masa-masa cukup berat di tahun pertama perkuliahan. Transisi dari pola pikir siswa SMA berasrama menjadi mahasiswa di kota yang memiliki perbedaan budaya dengan tempat kelahiran, menjadi tantangan tersendiri bagi Anif untuk beradaptasi.

Tinggal jauh dari orangtua juga membuat Anif harus pandai-pandai mengelola keuangan secara mandiri.  Di masa sulit, dirinya bahkan pernah beberapa kali meminjam uang pada temannya untuk membeli tiket pulang.

“Tahun pertama, saya tidak tahu bagaimana harus mengelola uang bidikmisi. Serta lumayan banyak biaya yang perlu dikeluarkan untuk keperluan jurusan dan perkuliahan,” ungkap Anif.

Dari situ Anif kemudian mencoba mencari penghasilan lain untuk menutupi kebutuhan hidupnya di perantauan. Anif memanfaatkan kemampuannya di bidang desain untuk menawarkan jasa pembuatan desain poster. Sesekali ia sisihkan sebagian uangnya untuk diberikan pada kedua adiknya di rumah.

Selama hampir enam semester bekuliah, Anif justru banyak mengembangkan diri di kegiatan luar kampus. Kecintaannya akan dunia tulis menulis dan literasi mengantarkan Anif bergabung menjadi pengelola website opini dan rujukan serta reviewer buku.

“Ada dua website yang saya ikut kelola, Berpijar.co dan Klub Seri Buku. Di Berpijar.co saya mengelola website dan desain media sosial. Beberapa kali saya juga berkontribusi dengan menulis resensi buku,” sebutnya.

“Saya menikmati berkegiatan di ranah akademis, termasuk berdiskusi, meresensi buku, mengelola proyek literasi bersama teman-teman, dan berkorespondensi dengan ilmuwan-ilmuwan ilmu politik,” imbuhnya.

Awal mula dirinya berkecimpung di ranah literasi media digital dimulai sejak semester keempat. Dari sana dirinya mengaku mendapat banyak pengalaman skill baru.

“Dari berteman dengan orang-orang yang semangat membaca, menulis, dan berdiskusi itu saya  berkesempatan untuk diajak mengikuti Research Visit ke ICPVTR RSIS NTU Singapura sekaligus diundang ke simposiun penanggulangan terorisme yang mempertemukan para stakeholder se-ASEAN,” jelasnya.

Bagi Anif, prestasi tak hanya diartikan keberhasilan mahasiswa dalam ajang perlombaan. Keberhasilannya mengelola website opini dan rujukan bersama teman-temannya, menggelar diskusi, ikut serta dalam diskusi-diskusi penting tentang perkembangan keilmuan sosial-politik, juga merupakan prestasi tersendiri baginya.

Menurut Anif, mahasiswa bidikmisi mendapat kesempatan yang lumayan bagus untuk berpartisipasi dalam kegiatan kampus. Seperti mempublikasikan kesempatan-kesempatan untuk riset, konferensi, dan diskusi. Iklim tersebut dinilai sangat mendukung mahasiswa bidikmisi seperti dirinya untuk mengembangkan diri.

“Sebagai mahasiswa bidikmisi, kita juga harus memiliki fighting spirit yang lebih kuat dan tangguh. Kebanggaan sebagai mahasiswa UNAIR adalah milik orang tua, yang telah mengasuh kita, dan orang-orang yang mendukung kita untuk bisa berjuang sejauh ini,” pungkas gadis yang bercita-cita menjadi peneliti sosial politik itu. (*)

Penulis : Zanna Afia Deswari

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone