KESERUAN salah satu kegiatan Abdi Isun Lare Bidikmidi AUBMO PSDKU Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KESERUAN salah satu kegiatan Abdi Isun Lare Bidikmidi AUBMO PSDKU Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai salah satu program kerja dari Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO) PSDKU UNAIR di Banyuwangi, “Abdi Isun Lare Bidikmisi” menjadi ajang bagi mahasiswa bidikmisi untuk mengabdi. Mengenai kegiatan yang digagas oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat itu, Nadiatul Husna selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan tujuan pengabdian yang bertempat di Dusun Kunir, Desa Singojuruh tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi wadah untuk pengabdian.

“Ini juga sebagai bentuk tanggungjawab karena telah dibiayai oleh  uang rakyat, maka semua hal dari rakyat harus kembali ke rakyat,” Ungkapnya.

Tahun ini, lanjutnya, AUBMO PSDKU kembali mengadakan kegiatan tersebut mulai tanggal 19 April sampai 21 April 2019. AUBMO PSDKU juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa bidikmisi UNAIR Banyuwangi maupun Surabaya untuk ikut serta dalam acara sebagai volunteer.

“Volunteer ini dipilih melalui seleksi untuk melihat tingkat komitmen, serta motivasi mengabdi, serta persentase terkait kontribusinya nanti pada saat kegiatan,” jelasnya.

Pengabdian Masyarakat yang memiliki jargon “Nyambang Deso, Kanggo Mbangun Negoro” itu, jelasnya, memiliki beberapa fokus yang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan yang padat, tidak menyurutkan partisipasi masyarakat di sekitar SDN 05 Singojuruh, terbukti dengan tingkat antusias yang tinggi di setiap kehadiran.

Mahasiswa yang akrab disapa Nadia itu menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari penuh itu, memiliki serangkaian kegiatan meliputi pembukaan acara dengan Istigosah, senam bersama, mengajar yang berisi tentang peduli lingkungan serta tambahan belajar bahasa Inggris

“Kemudian ada Edukasi Kesehatan mengenai CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dan Gosok Gigi,  Literasi bersama Semenjana Baca, Nonton Film bareng berjudul “Jembatan Pensil”, Sosialisasi pendidikan, Sosialisasi BPJS, Sosialisasi Kesehatan beserta Cek Kesehatan PTM,” tambahnya.

Selanjutnya, terang Nadia, ada lomba tradisional untuk perekatan antar masyarakat. Lomba itu meliputi lomba makan kerupuk bagi bapak dan anak, lomba tutup mata untuk Ibu dan anak, lomba giring tepung, balap sarung serta lomba menyanyi. Kegiatan ditutup dengan hiburan oleh Mira D’Academy serta penampilan anak-anak dengan masing-masing bakatnya.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan output pada perubahan perilaku terkait kesehatan, dan pendidikan lebih meningkat lagi, sehingga anak-anak lebih semangat serta motivasi untuk belajar dan meneruskan cita-cita semakin bertambah,” tutupnya. (*)

Penulis: Athiya Adibatul Wasi

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone