Civitas FKH PSDKU Banyuwangi Lakukan Pengabdian Masyarakat di Desa Sumber Asri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Serah terima kenang-kenangan dari pihak FKH PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi kepada aparat setempat. (Foto: Istimewa)
Serah terima kenang-kenangan dari pihak FKH PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi kepada aparat setempat. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pengabdian Masyarakat (pengmas) merupakan salah satu dari Tri dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu, Fakultas kedokteran Hewan (FKH) Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga (UNAIR) Di Banyuwangi kembali mengadakan pengmas di Desa Sumber Asri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang dimulai pada 19 April hingga 21 April 2019 itu merupakan salah satu program kerja dari Divisi Swine and Ruminant Care (SRC) Himpunan Mahasiswa Kedokterean Hewan (HMKH) PSDKU UNAIR Banyuwangi. Pengmas FKH 2019 mengusung tema “Implementasi Peran Mahasiswa Kedokteran Hewan Melalui Pengabdian Masyarakat”.

Dari data yang dihimpun dari panitia, pengmas FKH 2019  diikuti oleh 66 orang peserta, 12 orang supervisor, beberapa dokter hewan serta mantri hewan sebagai pendamping yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi dan juga dosen FKH PSDKU UNAIR. Mengenai kegiatan itu, Dini Lifia selaku ketua pelaksana Pengmas FKH 2019 dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas izin dan sambutan yang sangat baik dari semua kalangan masyarakat Desa Sumber Asri. Kegiatan Pengmas FKH 2019, lanjutnya, merupakan salah satu kegiatan yang cukup besar bagi FKH UNAIR.

“Untuk itu, semoga dari kegiatan ini banyak ilmu dan pengalaman yang dapat didapat selama rangkaian acara ini,” jelasnya.

Selanjutnya, Bodhi Agustono, drh. M.Si. selaku pembina HMKH menambahkan bahwa kegiatan Pengmas FKH 2019 merupan salah satu sarana bagi mahasiswa FKH untuk bisa belajar bersama masyrakat. Untuk itu, ia berharap bahwa mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan belajar tersebut.

“Karena pengmas dan praktik di lapangan seperti ini sangat jarang kita dapatkan di bangku perkuliahan,” terangnya.

Dr. Iwan Sahrial Hamid, drh. M.Si. selaku Kepala Program studi Pendidikan Dokter Hewan PSDKU UNAIR Di Banyuwangi menyampaikan hal senada. Menurutnya, pengmas merupakan cara untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan kepada masyarakat.

Dokter Hewan, lanjutnya, merupakan profesi yang mulia. Untuk itu, dalam memahami semua teori-teori yang diberikan oleh para dosen di kelas, mahasiswa  perlu berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Dan hal itu bukanlah suatu hal yang mudah. Seorang calon Dokter Hewan harus bisa memahami karakter masyarakat dan itu menuntut anda harus terjun langsung ke masyarakat. Pengmas FKH 2019 merupakan wadah yang sangat bagus untuk belajar hal tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Sukadiyanto selaku Kepala Desa Sumber Asri dalam sambutannya menyampaikan bahwa selaku tuan rumah dalam kegiatan ini, pihaknya sangat berterima kasih atas dipilihnya desa yang ia pimpin sebagai objek pengabdian Pengmas FKH 2019. Menurutnya, banyak potensi Desa Sumber Asri khususnya di bidang peternakan.

“Hampir semua masyarakat di sini memiliki ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Selain itu, mahasiswa juga bisa belihat langsung kegiatan masyarakat yang juga banyak bertani dan berkebun. Semoga betah, memperoleh ilmu yang bermanfaat dan berguna disuatubsaat kelak,” ungkapnya.

Pada akhir rangkaian acara pembukaan Pengmas FKH 2019, dilakukan pemasangan topi secara simbolis dari perwakilan peserta dan penyerahan plakat kepada Kepala Desa Sumber Asri dan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi. (*)

Penulis: Muhammad Suryadiningrat

Editor: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu