BSO MYMA Raih Juara 1 Debat Konstitusi Antar Mahasiswa Regional Timur. (Dok: BSO MYMA)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiwa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Masyrakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) kembali mengharumkan nama kampus. Kali ini, mereka mencetak prestasi dalam ajang lomba debat hukum.

Jika pada tahun sebelumnya MYMA telah berhasil mencetak 8 kali kemenangan dalam lomba debat hukum, pada tahun ini MYMA kembali menorehkan prestasi dalam lomba debat konstitusi yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi tingkat Regional Timur. Kompetisi itu diselenggarakan pada 11-13 April 2019.

Tim debat FH UNAIR diwakili oleh 5 mahasiswa. Mereka adalah Sayyidatul Insiyah (2016), Xavier Nugraha (2015), dan Shevierra Danmadiyah (2016) sebagai speaker. Serta, Jihan Anjania Aldi (2016) dan Elma Putri Tanbun (2016) sebagi researcher. Dalam mengikuti kompetisi mereka didampingi oleh dosen pembimbing Dri Utari, S.H.,LLM.

Lombat debat konstitusi ke-XII yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi ini dibagi dalam tiga wilayah. Regional Barat, Tengah, dan Timur. Sebanyak delapan tim terbaik dari masing-masing regional lanjut ke tingkat nasional.

Dalam hal ini, UNAIR masuk dalam Regional Timur bersama beberapa universitas unggulan, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Surabaya, dan beberapa universitas lain Regional Timur.

Dalam perlombaan Debat Konstitusi ke-XII Regional Timur ini terdapat beberapa tahapan. Pertama, tahap seleksi, dimana peserta wajib membuat esai dan video. Pada tahap seleksi ini 24 tim terbaik dari Regional Timur dipilih berdasarkan penilaian esai dan video.

Setelah 24 tim terbaik terpilih, dilanjutkan tahap perdebatan yang akan mempertandingkan 24 tim terbaik di Universitas Samratulangi, Manado, selaku mitra Mahkamah Konstitusi dalam mengadakan lomba debat konstitusike-XII pada Regional Timur.

Pada tahap seleksi tersebut UNAIR berhasil menduduki peringkat pertama, disusul oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Khairun, Universitas Mataram, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar. Sehingga, tim UNAIR lanjut ke babak perdebatan.

Pada tahap penyisihan, tim UNAIR berada satu chamber dengan tim dari Universitas Udayana dan Universitas Negeri Gorontalo. Pada tahap penyisihan tersebut, tim UNAIR berhasil mengalahkan kedua universitas dengan victory point 3 vs 0.

Pada babak perempat final, tim UNAIR berhasil lolos menuju 4 besar setelah mengalahkan tim Universitas Mataram. Sementara pada tahap 4 besar, tim UNAIR berhadapan dengan tim dari tuan rumah, yaitu Universitas Sam Ratulangi dengan mosi “Upaya Pemanggilan Paksa oleh DPR” pada posisi kontra.

Atas kerja keras dari speaker, researcher, dan strategi jitu dari dosen pembimbing, tim UNAIR bisa maju ke babak final dengan victory point 4 vs 1.

Pada babak final, tim UNAIR berhadapan dengan Ubaya yang menempati peringkat ke-2. Mosinya adalah “Legal Standing WNA dalam Pengujian UU” pada posisi pro.

Dengan bermodalkan kekompakan tim dan strategi yang tepat, tim UNAIR berhasil memenangkan pertandingan final yang sengit dengan victory point 5 vs 4. Ssehingga, menjadikan tim UNAIR juara dalam Debat Konstitusi le-XII pada tingkat Regional Timur.

Xavier Nugraha selaku ketua delegasi dalam kompetisi tersebut merasa sangat bangga dan senang bisa kembali mengharumkan nama almamater, meski harus melewati proses yang cukup panjang.

“Merupakan kebanggan bagi kami untuk dapat mengharumkan nama almamamter dan orang tua, meskipun selama tiga minggu kami harus dikarantina,” ujarnya.

Xavier juga berterima kasih karena telah didukung oleh berbagai pihak. Mulai dari dekan, wakil dekan, dosen-dosen, organisasi MYMA, sehingga dapat menjadi juara dalam Debat Konstitusi ke-XII Regional Timur.

Xavier juga terus memohon doa dan dukungan agar tim UNAIR dapat menjadi juara dalam Debat Konstitusi ke-XII tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada 14-16 Agustus 2019 mendatang. (*)

Penulis: Putri Larasati

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone