Para pemantik diskusi nobar debat kelima Capres Cawapres, di taman belakang FISIP UNAIR, Sabtu (13/04). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pemilu serentak 2019 kini tinggal menghitung hari. Dengan diselenggarakannya debat kelima, maka mau tidak mau, debat terakhir inilah yang menjadi tolok ukur dalam menentukan suara nantinya. Hadir pada debat tersebut, Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak., CMA., selaku koordinator panelis Debat Kelima Capres-Cawapres 2019.

Menyikapi hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR, dan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) UNAIR, berkolaborasi menggelar forum diskusi dan nonton bareng. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu (13/04/2019) di Taman belakang FISIP UNAIR.

Acara diskusi dihadiri oleh pemantik diskusi dari akademisi, di antaranya Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB UNAIR Siti Nur Umami, dan dua Dosen Ilmu Politik UNAIR Dr. Kris Nugroho, Drs., M.A., dan Ucu Martanto S.IP., M.A. Hadir juga tamu pada kegiatan tersebut, Guru Besar FISIP UNAIR Prof. Drs. Ramlan Surbakti, M.A., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof Ramlan menyatakan kerinduanya akan suasana kampus dan pekerjaan mahasiswa semestinya. Terkait pada debat yang telah berlangsung sebelumnya-sebelumnya, Prof Ramlan juga sedikit memberikan kritikan.

Forum diskusi dibagi menjadi tiga sesi, yaitu diskusi pra debat, tanggapan narasumber seusai sesi debat, dan diskusi pasca debat. Pada debat capres-cawapres kelima ini, memang, temanya lebih mengacu kepada aspek ekonomi.

“Bagi pemilih baik yang masih undecided voters ataupun yang sudah punya pilihan, usai debat terakhir ini sudah bisa menjatuhkan pilihannya di salah satu paslon,” sebut Ucu.

Tak jauh berbeda, menurut Kris, debat kali ini merupakan momen terakhir, dimana putusan pemilih untuk menuju ke kotak suara 17 April mendatang dapat diperhitungkan mulai sekarang. Walaupun banyak pemilih yang sudah mempunyai pilihan politiknya, akan tetapi debat kelima ini dapat menjadi bahan pertimbangan lagi.

“Sebelum debat ini, banyak yang mempunyai pilihan dan pendapat politik yang kuat, namun bisa jadi pilihan itu dapat berubah pada malam hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Umami selaku mahasiswa FEB yang paham akan ekonomi menjelaskan, bahwa semua program yang ditawarkan oleh kedua kandidat ada baiknya dapat menyejahterakan masyarakat. Dan program kebijakan presiden yang terpilih nantinya mampu dikawal oleh elemen-elemen yang ada, tidak hanya presiden saja.

Sesungguhnya debat kelima ini merupakan debat yang paling ditunggu oleh masyarakat. Sebab, tema persoalan ekonomi merupakan hal yang selalu didiskusikan, diperbincangkan, dan diperdebatkan oleh dua kubu. (*)

Penulis: Wildan Ibrahimsyah

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone