DIDIK Prasetiyono, S.E salah satu narasumber sedang menyampaikan gagasannya dalam diskusi strategic sponsorship yang diselenggarakan oleh BEM FEB UNAIR pada Sabtu 13 April 2019 di Aula Soepoyo FEB UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Departemen Hubungan Luar, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan diskusi strategic sponshorship pada Sabtu (13/4/2019) di Aula Soepoyo FEB UNAIR. Kegiatan itu dilatarbelakangi oleh banyaknya kegiatan organisasi kemahasiswaan yang membutuhkan sokongan dana kegiatan di FEB UNAIR.

Hadir dalam diskusi tersebut perwakilan dari lima belas organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang ada di FEB UNAIR. Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan itu yakni Rizky Supriyadi, S.E., Ak., M.B.A (Direktur PT Graha Mukti Indah Group), Didik Prasetiyono, S.E (Komisaris PT Surabaya Industrial Estate Rungkut), dan Umi Rodiyah S.E (Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan & Bisnis Bank JATIM).

Berkaitan dengan prosedur dalam mendapatkan dana sponsorship, ketiga narasumber itu menjelaskan point penting yang harus diperhatikan. Yakni waktu kegiatan, konsep/isi kegiatan dan feedback atau kompensasi yang akan diperoleh pemberi dana sponsorship.

Pertama, yakni ketepatan waktu. Waktu yang tepat untuk mengajukan dana sponsorship ialah dua bulan sebelum kegiatan tersebut diselenggarakan. Hal itu bertujuan agar pihak sponsorship memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan penerimaaan dana yang diajukan.

Kedua, konsep/isi kegiatan yang diselenggarakan. Konsep kegiatan itu harus menarik yakni dapat memastikan pihak sponsorship bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan akan dikunjungi oleh banyak orang.

Ketiga, kompensasi yang akan diperoleh pihak sponsorship. Kompensasi tersebut sangat menentukan keberlanjutan kerjasama antara pihak sponsorship dengan penyelenggara kegiatan.

“Dalam kegiatan seminar misalnya, pihak yang meminta dana sponsor harus memastikan berapa kali nama bank yang memberi dana sponsor akan disebut. Atau memastikan hanya ada satu sponsor yang akan bekerja sama. Apabila dipastikan hanya akan bekerja sama dengan satu sponsor, pihak sponsor tidak tanggung-tanggung akan menyumbangkan dana yang besar,” tutur Umi Rodiyah selaku Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan & Bisnis Bank JATIM. (*)

 

Penulis : Ransis Putra Gaut

Editor    : Khefti Al Mawalia

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone