FIB Undang Orang Tua Mahasiswa Tingkatkan Peran dan Dukungan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Dekan I FIB UNAIR Puji Karyanto memberikan sosialisasi akun cyber campus serta kegiatan kemahasiswaan di FIB UNAIR. (Foto : Istimewa)

UNAIR News – Peran dan dukungan orang tua merupakan elemen penting bagi mahasiswa untuk melangsungkan pendidikan. Paham akan hal ini, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga menggelar pertemuan bersama wali atau orang tua mahasiswa untuk memberikan sosialisasi soal kehidupan mahasiswa pada Sabtu (30/3/2019).

Sosialisasi tersebut menghadirkan seluruh orang tua mahasiswa FIB UNAIR angkatan 2018. Sosialisasi tersebut lebih pada soal penggunaan akun cyber campus. Melalui akun yang difasilitasi oleh kampus ini, orang tua dapat memantau kegiatan akademik putra-putrinya.

Hal-hal yang dapat dipantau orang tua atau wali meliputi presentase kehadiran, Indeks Prestasi Komulatif (IPK), jadwal perkuliahan, dan informasi soal mahasiswa lainnya. Orang tua mahasiswa yang hadir diberikan arahan untuk dapat mengakses cyber campus yang memang dikhususkan untuk orang tua atau wali.

Selain cyber campus, sosialisasi tersebut juga soal dana Ikatan Orang tua Mahasiswa (Ikoma). Dana Ikoma dimaksudkan sebagai bentuk kontribusi orang tua untuk mendukung kegiatan mahasiswa, khususnya dalam bidang non-akademik.

Dekan FIB UNAIR Diah Ariani Arimbi, Ph.D. menegaskan bahwa kegiatan non-akademik sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan softskill. Softskill menjadi penting karena lebih diutamakan oleh perusahaan ketika menjaring tenaga kerja.

“Softskill dapat dimiliki mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan. Di FIB kami menyediakan kurang lebih 14 organisasi mahasiswa (ormawa) atau badan semi otonom (BSO) yang siap menjadi wadah untuk pengembangan softskill mahasiswa,” terang Diah.

Selain mengembangkan softskill melalui kegiatan ormawa atau BSO, Wakil Dekan I FIB UNAIR Puji Karyanto, S.S., M.Hum. dalam sosialisasi menjelaskan bahwa ada beberapa kegiatan yang juga dapat menjadi ladang bagi mahasiswa untuk mengembangkan softskill. Di antaranya, berpartisipasi dalam kegiatan program kreativitas mahasiswa (PKM) dan mengkuti pertukaran pelajar ke luar negri (student exchange).

“Ketika sudah memasuki dunia kerja, IPK hanya menjadi syarat administratif untuk dapat mengikuti tes. Tetapi yang paling penting adalah softskill. Kegiatan kemahasiswaan yang menjadi lahan pengembangan softskill tersebut perlu penunjang berupa dukungan bantuan pendanaan yang kami kelola dari dana Ikoma,” terang Puji yang juga dosen bahasa dan sastra Indonesia.

Terkait dengan program pertukaran pelajar, Puji menegaskan bahwa hal tersebut sangat memerlukan dukungan dan izin dari orang tua mahasiswa. Merujuk pada beberapa kasus, bahwa ada beberapa mahasiswa yang sudah siap untuk mengikuti program tersebut kemudian urung karena tidak adanya izin serta dukungan dari orang tua.

“Padahal, program itu akan sangat banyak manfaatnya. Mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan mendapat nilai plus pada saat dia lulus. Selain itu, presentase mahasiswa yang mengikuti program student exchange menjadi nilai tambah bagi universitas untuk mencapai Top 500 world class university (WCU),” imbuhnya saat sosialisasi di Aula Siti Parwati, FIB UNAIR.

Diketahui, kegiatan sosialisasi tersebut sebenarnya diagendakan pada semester ganjil lalu. Akan tetapi karena FIB menjadi tuan rumah acara Dies Natalis UNAIR ke-64 pada tahun 2018 lalu, maka agenda sosialisasi baru dapat direalisasikan pada semester genap ini. (*)

Penulis: Shofiyyatul Mahrushah

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu