Tips Sehat Ala Dosen Ilmu Gizi UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi : Feri Fenoria Rifa'i

Unair News – Asrama Putri Universitas Airlangga (UNAIR) baru saja menggelar diskusi makanan sehat bertajuk Good Diet Choices are The Best Investment pada Jumat (22/3/2019), di Aula Astri UNAIR, Kampus C. Kegiatan itu diisi oleh Stefani Widya Setyaningtyas, S.Gz., MPH, seorang Dosen Ilmu Gizi UNAIR.

Stefani mengatakan, diet pada remaja mengalami perubahan yang tidak konsisten. Menerapkan pola diet didasari pada tingkat kemandirian, adaptasi lingkungan baru, pilihan makanan yang terbatas, ketersediaan waktu, keuangan, dan jaringan sosial yang baru.

Sedangkan faktor yang mempengaruhi pola makan yaitu perasaan kenyang dan enek, eksternal (teman dan media), serta keadaan ekonomi dan kesehatan. Faktor kesehatan dalam hal ini sangat jarang ditemui. Padahal jika diketahui, perempuan memiliki keinginan hidup sehat lebih besar dibanding laki-laki.

Selain persepsi dari body image, status nutrisi pada remaja sangat mempengaruhi penyakit degeneratif manusia diumur yang telah menua. Diantaranya diabetes, kolestrol dan jantung koroner.

“Jadi sejak muda kita harus sebisa mungkin menjaga berat badan yang ideal,” imbuhnya.

Ada berbagai macam diet yang diajarkan Stefani, misalnya kategonic diet, flexitarian diet, mediteranian diet, DASH diet, intermitter diet. Semua jenis diet dipastikan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Misalnya, saat menerapkan kategonic diet dalam jangka waktu yang lama. Jenis diet itu dapat menurunkan massa otot dan defisiensi vitamin C serta mineral yang membuat wajah terlihat lesu. Dalam memilih jenis diet, hal itu bergantung pada kondisi kalori yang dibutuhkan setiap orang. Jika seseorang ingin melakukan diet ringan, sebaiknya jangan mengikuti flexitarian diet.

“Saat berdiet sebaiknya didampingi ahli,” tambahnya.

Lanjut Stefani, berat badan merupakan akumulasi dari seluruh energi yang ada dalam tubuh. Energi masuk melalui makanan dan keluar melalui aktivitas fisik.

Jika makanan yang masuk lebih banyak dibandingkan aktivitas fisik yang kita keluarkan, maka akan berdampak pada berat badan tubuh yang semakin bertambah. Akan tetapi, jika aktivitas fisik yang keluar lebih banyak, maka tubuh juga akan kurus.

“Jadi untuk melakukan diet itu cuma ada 2 pilihan, antara mengurangi makan atau menambah aktivitas fisik. Diet harus dijalankan dengan konsisten. Akan menjadi percuma jika diet tidak dijalankan dengan konsisten,” tambahnya. (*)

Penulis : Mu’ammarin Rosikhuna Ilma

Editor : Khefti Al Mawalia

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu