BEM FEB Tingkatkan Kualitas Pengurus HRD Ormawa Melalui Human Resources Development Training (HRDT)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
IZZAN Aminul Majid saat memberikan materi dalam kegiatan HRDT di ruang kelas 211 gedung FEB. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Human Resources Development Training (HRDT) di ruang kelas 211 Gedung FEB pada Sabtu (23/03/2019). HRDT merupakan kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus aktif Departemen Human Resources Development (HRD) setiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNAIR periode 2019. Kegiatan tersebut bertujuan agar pengurus HRD dapat menjalankan peran dan kewajibannya dengan baik.

Izzan Aminul Majid, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang merupakan pembicara dalam HRDT, memberikan materi pertamanya mengenai fundamental organisasi. Menurut mahasiswa yang akrab disapa Izzan itu, pengurus HRD memiiki tugas untuk menjawab tujuan organisasi dengan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Kita (pengurus HRD, Red) harus memikirkan bagaimana caranya orang yang masuk ormawa, setelah menyelesaikan masa jabatannya menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Dalam pemaparannya, Izzan menjelaskan mengenai grand design sumber daya manusia (SDM), yakni pola memperoleh, memajukan atau mengembangkan, dan memelihara SDM. Kemudian ada tiga tahapan dalam grand design tersebut, yaitu recruitment, maintenance, dan developmet.

“Hal yang perlu diperhatikan dalam proses recruitment adalah jumlah SDM, ketersediaan jabatan, analisis informasi jabatan, pesyaratan jabatan dan proses seleksi,” tambahnya.

Selain itu Izzan juga membagikan tipsnya tentang cara berkomunikasi. Menurutnya ada sepuluh point of Interest cara berkomunikasi yang efektif, yakni tujuan berbicara, topik, pendengar, penghubung, pengirim, batas waktu, suara, mimik, bahasa tubuh dan umpan balik.

Lanjut Izzan, ada lima prinsip komunikasi yang harus dimiliki seorang pembicara. Prinsip tersebut biasa disingkat dengan REACH. Diantaranya ialah respect, empathy, audible, clarity dan humble. Dalam sebuah komunikasi, pembicara juga harus dapat menyampaikan pesan dengan baik dan benar dengan cara yang efektif.

“Ada empat kunci utama dalam berkomunikasi, yaitu complete (lengkap), clear (jelas), concise (ringkas) dan correct (benar),” pungkasnya.

Selanjutnya Amanda Rosalina, memberikan materi kedua mengenai klasifikasi dan analisis masalah organisasi. Menurut Amanda, pengurus HRD harus bisa membedakan keluhan yang dikeluhkan oleh pengurus ormawa kepada HRD merupakan masalah atau bukan.

“Lihat, dengar dan rasakan. Kadang masalahnya adalah sebenarnya kita tidak tau masalahnya apa,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Amanda menjelaskan mengenai proses analisis masalah yang sering timbul. Dalam proses analisis masalah, ada tiga tahapan penting yang harus dilalui.

“Pertama, identifikasi masalah berdasarkan berbagai aspek, lalu analisa masalah dari faktor internal dan eksternal, terakhir menentukan skala prioritas,” jelasnya. (*)

 

Penulis : Sandi Prabowo

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu