Reno Albra, Wisudawan Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Puncak prestasi saya selama menjalani masa perkuliahan adalah mendapatkan beasiswa studi dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Brown University selama 40 Hari,” Kata Reno Albra, wisudawan berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis periode Maret 2019.

Brown University adalah salah satu kampus prestisius di Amerika Serikat yang merupakan anggota konsorsium Ivy League bersama dengan Harvard University, Yale University, Columbia University, Cornell University, dan Princeton University.

Reno mengatakan, dirinya telah mencoba mendaftarkan diri di Young South East Asia Leadership Initiative (YSEALI) itu sejak tahun 2014 dan selalu mengalami kegagalan. Namun, persistence is the key, Kata Reno. Dia berhasil menjaga tekad hingga akhirnya berhasil mewujudkan impiannya pergi ke negeri Paman Sam lewat kegiatan itu.

“Karena hanya terdapat 4 orang yang lolos dari ribuan pemuda Indonesia yang mendaftar program tersebut,” ujar Reno yang juga menjadi Wakil 1 Cak Kota Surabaya.

Selain pernah belajar di Brown University, Reno juga pernah menjadi delegasi di berbagai kegiatan internasional, seperti delegasi G200 World Youth Forum Germany (2016), Paris International Model United Nations France (2016), Lyon International Model United Nations France (2016), dan Internasional Conference Paper Presenter in ASTEM China (2017).

Diakui Reno selama menjadi mahasiswa tidaklah mudah. Sebab dirinya hanya tinggal berdua dengan ibunya setelah ayahnya meninggal tahun 2008. Masa-masa sulit itu semakin terasa di awal-awal perkuliahan. Untuk membiayai kuliahnya, Reno harus menjual gorengan, menjadi tukang cuci motor, memberikan les, jualan beras merah, coklat, dan membantu penelitian dosen.

“Selain itu, di tahun 2017 saya mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia dan sempat merasakan beasiswa ke Belanda tahun 2016. Di situ saya merasa bahwa Allah telah mencukupkan rezeki saya untuk membiayai kuliah dan hidup saya,” ungkap Co-Founder Lingkar Sinergi, komunitas akademik prestasi yang memajukan prestasi UNAIR.

Lebih lanjut, penggagas Start-Up IJAD FARM (Integrated Agriculture) itu ke depan ingin melanjutkan karir di Jakarta pada bidang yang ia geluti, yaitu investment bank. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone