Memaknai Peringatan Hari Air Sedunia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi: Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Perayaan Hari Air Sedunia atau World Water Day diperingati setiap tanggal 22 Maret. Penetapan Hari Air Sedunia bertujuan agar seluruh penduduk dunia menyadari betapa pentingnya air bersih dalam kehidupan mereka. Inisiasi peringatan tersebut diumumkan pertama kalinya pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de JaneiroBrazil. Hasil sidang PBB kemudian menyepakati bahwa Hari Air Sedunia mulai diperingati tahun 1994.

Perayaan Hari Air Sedunia mengangkat tema khusus setiap tahunnya. Kali ini tema yang diusung ialah Water for All, Leaving No One Behind. Dilansir dari Kaltim.tribunnews.com, makna leaving no one behind ialah mengajak siapapun untuk tidak meninggalkan saudara-saudara yang masih kekurangan air bersih. WHO mengatakan 2 miliar penduduk di seluruh dunia masih mengonsumsi air kontaminasi.

Minimnya air bersih menyebabkan para penduduk menggantungkan hidupnya pada air tidak layak konsumsi. Ratusan ribu orang meregang nyawa akibat penggunaan air yang tercemar. Setiap hari mereka harus berjuang mempertahankan hidupnya dengan mati-matian. Tidak selalu mulus, terkadang mereka mendapat diskriminasi saat ingin mengakses air yang mereka perlukan. Oleh karena itu, penduduk yang tertimpa krisis layak memperjuangkan hak hidupnya.

Tema World Water Day pada tahun 2019 mengajak seluruh lapisan masyarakat sebagai penduduk dunia untuk saling peduli terhadap sesame. Utamanya masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Tidak hanya pemerintah, masyarakat lain juga dihimbau untuk ikut menciptakan akses air bersih bagi penduduk di seluruh dunia.

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan air:

  1. Melakukan daur ulang barang bekas
    Daur ulang menjadi salah satu langkah efektif untuk menjaga lingkungan bebas sampah. Barang-barang tidak terpakai sering sekali dibuang begitu saja, penumpukan sampah itu bahkan bisa mencemari air sungai dan laut.
  2. Buang sampah B3 pada tempatnya
    Sampah B3 mengandung bahan kimia berbahaya seperti racun limbah B3 yang memiliki pengaruh kronis dan akut. Hal itu akan berakibat buruk jika sampah B3 mencemari sumber air pemukiman penduduk.
  3. Meminimalisir penggunaan bahan kimia
    Menekan penggunaan bahan kimia merupakan langkah solutif untuk melindungi perairan. Ketika larut ke dalam air, bahan kimia dapat menghancurkan ekosistem perairan.
  4. Hemat air
    Gunakan air secukupnya, penggunaan air berlebihan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kekeringan. Lakukan hal kecil seperti mematikan keran air jika tidak digunakan.
  5. Lakukan penghijauan
    Tumbuhan juga berfungsi sebagai penyaring, melakukan penanaman pohon di sepanjang sungai dapat menjaga saluran air tetap bersih. Tanaman hijau juga bermanfaat menangkal polusi udara, tanah dan air.
  6. Melakukan sosialisasi
    Lakukan sosialisasi air bersih kepada masyarakat. Dewasa ini banyak masyarakat belum sadar pentingnya melestarikan air.

 

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Khefti Al Mawalia

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu