SEJUMLAH doesn Universitas Airlangga mengikuti Lokakarya Penyusunan dan Pengembangan Bahan Ajar di Era Milenial pada Rabu (20/3) di Ruang Kahuripan, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR. (Foto: Firman)
SEJUMLAH doesn Universitas Airlangga mengikuti Lokakarya Penyusunan dan Pengembangan Bahan Ajar di Era Milenial pada Rabu (20/3) di Ruang Kahuripan, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR. (Foto: Firman)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Guna memberikan wawasan dan bekal kepada dosen di lingkungan Universitas Airlangga, Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS) menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan dan Pengembangan Bahan Ajar di Era Milenial pada Rabu (20/3). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Kahuripan, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR.

Selain untuk membranding kampus, melalui kegiatan itu, diharapkan dosen di lingkungan UNAIR tidak terbatas hanya menulis pada jurnal. Namun, mereka juga menghasilkan sebuah buku.

Sebagai salah seorang pembicara, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., selaku direktur Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristekdikti menyampaikan pentingnya buku ajar yang sesuai dengan kurikulum dalam proses penyampaian materi di perkuliahan. ”Mengajak mahasiswa untuk berpikir pada tingkatan paling tinggi (Higher Order Thinking) bisa dilakukan melalui buku ajar yang sesuai kurikulum,” ujarnya.

Dalam pembahasan Prof. Dr. Bunyamin, diuraikan tingkatan kognitif mulai dari lower order thinking hingga higher order thinking. Tingkatannya adalah Knowing/Remembering, Understanding, Applying, Analyzing, Evaluating, hingga yang paling tinggi adalah Creating.

Prof. Bunyamin juga mengungkapkan bahwa, penyampaian materi saat perkuliahan juga perlu memperhatikan adanya dialog dua arah. Dosen juga harus bisa mendorong dan memotivasi mahasiswa untuk membaca mandiri.

Setiap buku ajar mempunyai karakteristik masing-masing sesuai dengan mata kuliahnya. Walaupun penekanan pada setiap buku ajar berbeda, namun ada tiga aspek yang wajib dijadikan muatan pada semua buku ajar. Yakni, Attitude dan Values, Knowledge, dan Skills.

”Tidak hanya itu, gaya tulisan yang komunikatif juga harus sesuai dengan mahasiswa di era milenial ini,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan pentingnya mengomunikasikan materi sesuai dengan karakteristik mahasiswa. ”Bahasan untuk mahasiswa semester I tentunya berbeda dengan mahasiswa semester IV,” jelasnya.

Perlu diketahui, lokakarya tersebut dihadiri dosen UNAIR dan beberapa dosen dari perguruan tinggi lain. Pada akhir pertemuan, seluruh peserta dituntut dapat menulis buku dengan benar dan baik. Sebagai salah satu rentetan agenda PIPS di tahun ini, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi UNAIR menuju World Class University. (*)

 

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone