Ketua BEM FKH: Bukan Tentang Hardskill, Dunia Kerja Juga Butuh Softskill

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
HANIF Azzam, Ketua BEM FKH UNAIR tahun 2019. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)

UNAIR NEWS – Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa dalam dunia perkuliahan, organisasi bukan hal yang penting, membuang waktu, dan membuat urusan kuliah terganggu. Perspektif ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Hanif Azzam, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (BEM FKH) Universitas Airlangga (UNAIR).

Mahasiswa yang akrab disapa Hanif ini sangat membutuhkan organisasi. Ia justru setuju jika organisasi itu sangat penting. Menurutnya organisasi akan menambah interaksi dan hubungan dengan banyak orang. Bukan hanya itu, Hanif mengklaim bahwa pekerjaan justru akan condong melihat ke arah softskill.

“Kuliah bukan tentang belajar hardskill saja. Dunia kerja juga butuh softskill. Karena, pekerjaan lebih kepada bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita bersosialisasi, menjadi orang yang dapat diterima oleh orang lain. Apalagi sebagai dokter hewan kita ga mungkin kerja sendirian, pasti kita berhubungan dengan orang lain,” tambahnya.

Dimulai ketika SMA, Hanif telah menjadi staf ekstrakurikuler Rohani Islam (rohis) dan Wakil Ketua OSIS SMAN 3 Unggulan Tenggarong, Kalimantan Timur. Setelah memasuki jenjang perkuliahan, ia mengaku sudah lama ingin bergabung bersama BEM FKH UNAIR.

Ketertarikannya tersebut dimulai sejak menjadi mahasiswa baru. Dengan ketertarikan itu, ia mendapatkan penghargaan staff of triwulan, Kepala Departemen BEM FKH terbaik, hingga memperoleh beasiswa kpemimpinan.

BEM dijadikan Hanif satu-satunya organisasi yang ia geluti di masa perkuliahan. Ia beranggapan bahwa BEM merupakan organisasi yang memiliki tanggung jawab tertinggi, dapat berkontribusi, dan memberikan pengaruh pada masyarakat.

Tak bisa dimungkiri, mahasiswa penggemar game ini juga merasa kewalahan setelah mengikuti organisasi. Setelah ia diamanahi menjadi Ketua BEM FKH UNAIR, waktu tidur juga semakin singkat. Menurutnya, tips dalam memanajemen waktu adalah keikhlasan.

Selain itu, Hanif juga memaksimalkan keseimbangan waktu antara organisasi dan perkuliah. Caranya, dengan memanfaatkan waktu di kelas seperti review, dan belajar di waktu subuh.

Dengan adanya Hanif beserta pengurus BEM FKH UNAIR lainnya, ia ingin mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya pada pengabdian masyarakat.

“Program pengabdian masyarakat di FKH akan diperdalam lagi. Tidak hanya sekadar datang dan memberikan donasi, tapi kami juga akan mengajar untuk masyarakat yang membutuhkan pendidikan,” tuturnya. (*)

Penulis : Rini Ramadhanty

Editor : Binti Q. Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu