Ni Made Krisantina Shandra (tiga dari kanan) saat mengikuti LMUN 2019 di Thailand. (Dok. Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – International Leader Model United Nations (ILMUN) merupakan salah satu ajang bergengsi tingkat internasional. Diadakan di Thailand pada 30 Januari-2 Februari 2019, acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi para pesertanya. Tak terkecuali bagi Ni Made Krisantina Shandra, mahasiswi Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga.

Mahasiswi angkatan 2015 ini pun membagikan cerita dan pesan kesannya pada tim UNAIR NEWS. Made menuturkan, mulanya ia tak sengaja mendapat informasi mengenai event  ini dari sebuah laman internet. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ia pun memutuskan untuk mendaftarkan diri.

“Jadi, awalnya kita diminta untuk mengisi form seputar data diri dan membuat motivation letter. Karena saya memang tertarik dengan konsep acara ini, saya pun yakin untuk mendaftar,” papar Made.

Menurut Made, hal yang membuat acara ini menarik adalah konsepnya, dimana peserta bisa merasakan suasana sidang PBB. Tak hanya itu, peserta juga berkesempatan bertemu dengan perwakilan dari berbagai negara.

“Kebetulan saya waktu itu ditempatkan di council WTO (World Trade Organization, Red) sehingga kasus yang saya dapatkan adalah permasalahan menyangkut bidang ekonomi. Di sana saya menjadi delegasi dari negara Finlandia,” lanjutnya.

Meskipun bahasa sempat menjadi kendala, para peserta ILMUN 2019 tetap bisa berkomunikasi dan mengikuti jalannya acara dengan baik. Para peserta pun saling bertukar cerita terkait pengalaman di negara masing-masing.

“Bukan hanya bisa merasakan suasana di PBB, kita juga bisa mendapat banyak teman baru dari berbagai negara. Ada banyak cerita yang menarik dari teman-teman peserta lain tentang bagaimana kondisi negara mereka, budaya, dan lain-lain,” kenang Made.

Selain itu, lanjut Made, ada Culture Night sebagai penutup acara. Di sana peserta diminta untuk mempresentasikan kebudayaan dari negara masing-masing. Culture Night ini sangat berkesan bagi Made karena memberi banyak wawasan soal kebudayaan.

Tak hanya berbagi cerita, Made juga mengajak teman-teman mahasiswa yang lain untuk mengikuti acara ILMUN. Menurutnya, acara ini membawa banyak manfaat, terutama dalam hal berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan memperluas koneksi.

“Yang terpenting adalah kita harus percaya diri, terutama saat mengisi motivation letter. Sampaikan  saja kalau alasan kita mengikuti acara ini adalah untuk menambah pengalaman dan juga relasi,” sarannya. (*)

Penulis : Sukma Cindra Pratiwi

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone