Teliti Pernikahan Jarak Jauh Anggota TNI-AL

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Umi Inayah, wisudawan terbaik S1 Fakultas Psikologi periode Maret 2019. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)

UNAIR NEWS – Tertarik dengan topik pernikahan jarak jauh para anggota TNI-AL yang terbiasa meninggalkan keluarga untuk tugas negara dan berlayar dalam hitungan tahun, Umi Inayah mengangkat hal itu menjadi topik skripsi. Skripsi itu lantas a beri judul ‘Peran Dukungan Sosial Suami terhadap Kesepian pada Istri TNI-AL yang Menjalani Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage)’.

“Nah dari situ aku mikir, apakah istri pelaut (TNI-AL, Red) kesepian? Terus, apakah dukungan sosial suami berperan sekalipun pernikahannya jarak jauh? Akhirnya aku angkat tema ini,” ujar Umi Inayah, wisudawan terbaik S1 Fakultas Psikologi periode Maret 2019 yang meraih IPK sebesar 3,70.

Selain kuliah, di Fakultas Psikologi UNAIR, perempuan kelahiran Samarinda, 10 Januari 1998 itu aktif mengikuti berbagai kompetisi dan lomba. Menjadi delegasi Fakultas Psikologi untuk olimpiade maupun cerdas cermat. Dari semua kompetisi yang pernah diikuti, yang paling berkesan menurut Umi adalah ketika meraih juara III Olimpiade Psikologi Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi finalis lomba cerdas cermat di Universitas Diponegoro (UNDIP).

“Sekalipun nggak selalu juara, yang penting kan, mencoba ya. Dapet pengalaman juga yang penting,” ujar alumnus SMAN 8 Surabaya itu.

Diakui Umi, perjuangan selama menempuh studi S1 adalah perihal mengatur waktu. Dirinya mengaku adalah tipe pencemas. Merasa cemas berlebih saat deadline sudah mepet.

Mengisi waktu, saat ini Umi sedang magang di biro psikologi Unit Pelayaan Psikologi UNAIR. Ia mengaku ingin melanjutkan kuliah psikologi profesi, namun masih mencari lowongan beasiswa. Kepada mahasiswa S1, Umi berpesan agar tidak pernah takut untuk mencoba, dalam hal apapun itu.

“Setelah kita mencoba, yang penting kan, usaha. Nah, hasilnya itu biar Allah yang menentukan. Pokoknya kita usaha aja, deh. Lebih baik kalah dalam peperangan dari pada kalah sebelum berperang. Iya kan?,” paparnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu