BEM FEB 2019 Fokus Sediakan Treatment untuk Pengembangan SDM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MUHAMMAD Hanif Ichwanudin, ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR 2019. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifa’i)
MUHAMMAD Hanif Ichwanudin, ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR 2019. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifa’i)

UNAIR NEWS – Kali ini tim UNAIR NEWS berkesempatan untuk mewawancarai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Kabem) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR 2019, Muhammad Hanif Ichwanudin. Tepatnya pada Senin (18/3/2019).

Melalui Pemilihan Raya (PEMIRA) yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, BEM FEB telah berganti kepemimpinan. Secara resmi, sesuai dengan SK Dekan FEB, Muhammad Hanif Ichwanudin menjabat sebagai ketua BEM (Kabem) FEB terhitung sejak 1 Januari 2019.

Sebagai Kabem yang baru, mahasiswa yang akrab disapa Hanif itu menyampaikan bahwa salah satu target BEM FEB di periode 2019 berfokus pada pengembangan SDM (sumber daya manusia) melalui berbagai program yang disediakan. ”Untuk internal BEM, kami menyediakan berbagai treatment untuk pengembangan SDM di BEM. Misalnya, melalui program coaching and feedback juga dengan ikut serta dalam program pengembangan staff di kabinet,” katanya.

Mahasiswa jurusan manajemen angkatan 2016 itu juga menyampaikan pentingnya setiap individu untuk menanamkan nilai 3R (Respect to People, System and Time) dan ROOMPK. Yakni, rendah hati, objektif, open mind, moderat, prestatif, dan kontributif. Sejatinya semua upaya pengembangan SDM tersebut adalah untuk penanaman nilai.

”Harapannya teman-teman yang masuk di BEM bukan untuk jadi event organizer yang handal, tapi teman-teman bisa mendapat nilai yang dimasukkan dalam setiap program yang dilakukan,” ucapnya.

Selain itu, Hanif menjelaskan bahwa mengikuti organisasi bukan hanya menjadi ”semut pekerja” atau ibaratnya memaksa ikan untuk memanjat pohon. Hanif juga berpendapat bahwa mengikuti organisasi itu sama pentingnya dengan kegiatan belajar di kelas.

Sebab, selain meningkatkan softskill, mahasiswa bisa meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, lobbying, dan manajerial. Selain itu, dengan mengikuti organisasi mahasiswa (ormawa), mahasiswa dapat melakukan banyak kegiatan yang positif.

”Harapannya tahun ini di kabinet kami, semua yang tergabung di BEM berusaha lebih dekat ke masyarakat, khususnya masyarakat fakultas,” ujarnya.

”Tahun ini, ‘BEM FEB menjawab’ diharapkan mampu menjadi tools untuk bisa lebih dekat satu sama lain,” imbuhnya. (*)

 

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu