FOTO bersama peserta diskusi dan nonton bareng debat cawapres di Ruang Kuliah B FKG UNAIR pada Minggu (17/3/2019). (Foto: istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menjelang pemilu 2019 mendatang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar forum diskusi dan nonton bareng debat calon wakil presiden (cawapres). Kegiatan itu terselenggara pada Minggu (17/3/2019) di Ruang B Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR.

Forum kolaborasi itu merupakan inisiasi kali pertama yang dilakukan oleh BEM FK dan BEM FKG UNAIR. Kemudian dari keputusan tersebut akhirnya diputuskan untuk membuat forum dengan skala besar meliputi Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Keperawatan (FKP), dan Fakultas Farmasi (FF).

Inisiasi itu didasari dengan adanya tema kesehatan sebagai  salah satu tema yang diperdebatkan oleh kedua cawapres. Momentum itulah yang selama ini ditunggu oleh mahasiswa kesehatan dikarenakan kesehatan merupakan titik kunci perkembangan Indonesia.

Ferrel Bramasta, Ketua Departement Kajian Strategi dan Advokasi (Kastrad) BEM Keluarga Mahasiswa (KM) FK UNAIR mengungkapkan, tujuan diadakannya kegiatan itu yaitu untuk menarik minat mahasiswa kesehatan dalam menonton debat cawapres dan membuat mahasiswa lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa diharapkan tidak mudah percaya dan selalu mencari data.

“Harapannya forum seperti itu bisa lebih sering diadakan, dan diharapkan akan menjadi titik awal munculnya kolaborasi lainnya. Tidak hanya hanya dalam kegiatan pilpres, kegiatan itu juga dapat dikembangkan dalam bentuk pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Agung Tri Putra dan Maulana Satria Aji sebagai salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM UNAIR. Mereka mengungkapkan apresiasinya terhadap acara tersebut dengan menyatukan mahasiswa Fakultas Kesehatan yang ada di UNAIR.

“Ada sinkronisasi antar mahasiswa Fakultas Kesehatan yang sangat baik disini ,” papar Maulana Satria Aji.

“Kajian tentang isu kesehatan juga diperlukan. Isu kesehatan wajib hukumnya diketahui oleh semua pihak, baik mahasiswa kesehatan maupun non-kesehatan,” imbuh Agung Tri Putra.

Sesi diskusi diwakili oleh perwakilan setiap fakultas dengan membahas isu defisit BPJS yang sering kali menjadi permasalahan masyarakat. Defisit BPJS berpengaruh pada pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan kesejahteraan tenaga kesehatan. (*)

Penulis : Mu’ammarin Rosikhuna Ilma

Editor : Khefti Al Mawalia

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone