Rana Adelisa, wisudawan terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mengikuti program Fast Track, aktif dalam organisasi, dan menjadi selebgram/influencer dengan lebih dari 33 ribu follower tak menjadikan Rana Adelisa meninggalkan studinya. Rana mampu menyeimbangkan kegiatan di kampus yaitu belajar dengan kegiatan di luar seperti organisasi dan aktif di instagram.

“Dengan waktu yang ada kita harus mampu menyelesaikan kegiatan mana dulu yang harus kita laksanakan dan ini berkaitan dengan skala prioritas,” tambahnya.

Rana berhasil meraih predikat wisudawan terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR dengan IPK yang membanggakan yaitu 3,93. Capaiannya tersebut tentu tidak datang begitu saja. Rana harus pintar-pintar mengatur waktu serta selalu belajar dengan bersungguh-sungguh.

“Jangan lelah untuk belajar karena dengan belajar kita akan mengetahui segala hal,” tambahnya.

Mahasiswa yang mengangkat judul skripsi  “Corporate Governance, Masa Jabatan CEO, dan Struktur Modal” itu kini tengah sibuk kuliah di S2 Magister Sains Manajemen UNAIR dengan konsentrasi keuangan. Ketika masih semester 7, Rana juga mulai menempuh semester 1 di jenjang S2 dalam program Fast Track.

Rana menuturkan, dirinya kini aktif sebagai Sekretaris Forum Ilmuwan Manajemen S2 Magister Sains Manajemen. Ia juga pernah menjadi bendahara himpunan mahasiswa S1 Manajemen UNAIR serta bendahara penerima Djarum Beasiswa Plus.

Selain kuliah, Rana juga aktif dalam media sosial Instagram. Dengan nama akun @ranaadelisa, ia fokus tentang fashion dan beauty dan sering membagikan tentang tutorial make up dan hijab. Di samping menerima banyak tawaran endorse serta paid promote, Rana juga bekerjasama dengan brand-brand besar. Ia juga sering menjadi pembicara di beberapa talkshow di berbagai universitas.

Duta Lingkungan Favorit FEB UANIR 2016 itu menambahkan, kunci suksesnya selama ini ialah terus mengingat tujuannya agar selalu bersemangat. Membahagiakan orang tua juga menjadi faktor penting dalam kesuksesannya.

“Perlu diingat man jadda wa jada, barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” pungkas  mahasiswa kelahiran Surabaya, 2 Juli 1997 itu. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone